JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Ada Sinyal Negatif untuk PKL Sriwedari

Ada Sinyal Negatif untuk PKL Sriwedari

52
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdis
SHELTER SRIWEDARI—Warga beraktivitas di Shelter Sriwedari, Solo, Rabu (30/8/2017). Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menolak pengajuan pedagang kaki lima (PKL) gerobak kuning

SOLO – Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo enggan menanggapi pedagang kaki lima (PKL) bekas Selter Sriwedari yang ingin kembali berjualan di sana. Sejauh ini pedagang yang antre ingin berjualan di lokasi itu cukup banyak.

“Belum kita tanggapi masalah itu,” ujar Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo kepada wartawan, Rabu (30/8/2017). Walikota meminta PKL jangan hanya mencari enaknya sendiri. Padahal Pemkot telah memberikan solusi tempat bagi PKL. “Pedagang jangan cari enaknya terus, jangan seperti itu. Jadi kalau sudah dikembalikan, ya sudah. Apalagi yang sudah antre dan butuh itu banyak,” katanya.

Lebih lanjut Rudy mengungkapkan pengembalian selter tidak hanya dilakukan PKL Selter Sriwedari, tetapi juga sebagian pedagang pasar. Selain itu ada juga gerobak pedagang Gladag Langen Bogan (Galabo) yang diambil kembali pemkot lantaran tidak dimanfaatkan pedagang.

“Saya tidak mau memberikan yang tidak mau memanfaatkan fasilitas yang diberikan pemkot. Itu banyak mengembalikan tidak hanya yang di selter Sriwedari tapi di pasar juga, yang gerobaknya kita ambil juga ada,” paparnya.

Terkait dengan Selter Sriwedari, Walikota menyebut banyak pedagang yang antre untuk bisa menempati selter di lokasi itu. Nantinya pemkot akan melakukan seleksi sebelum memutuskan pedagang mana yang diberi hak menempati selter.

Lanjut dia, Pemkot terus berupaya untuk menata kawasan tersebut dengan baik sehingga pedagang ataupun pengunjung merasa nyaman saat datang. Pembenahan di antaranya mempaving lahan dan membangun toilet umum yang representative lewat bantuan cooperate social responsilibilty (CSR). Nantinya juga akan dibuatkan akses dari Museum Keris ke Selter Sriwedari, sehingga bisa membuat kawasan tersebut ramai. “Dalam waktu dekat ini akan mulai dilakukan penataan. Itu nanti yang menikmati masyarakat dan pedagang,” sambungnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta, Subagiyo mengatakan akan menyeleksi pedagang yang ingin menempati Selter Sriwedari. “Kita seleksi benar, ini untuk mengantisipasi tidak dimanfaatkan lalu disegel. Pedagang yang ingin berjualan di Selter Sriwedari itu banyak tapi belum kita beri. Ke depan kami terus mengupayakan membuat kawasan tersebut ramai,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 35 pedagang Selter Sriwedari mengembalikan kiosnya ke Pemkot Surakarta. Pasalnya pasca-diresmikan, 18 November 2016 lalu banyak pedagang yang tidak mau menempati kios dengan alasan sepi. Pengembalian selter ini ditindaklanjuti Pemkot dengan melakukan penyegelan selter. Belakangan pascapembukaan Museum Keris, sejumlah pedagang kembali mengajukan izin untuk bisa kembali selter.

#Ari Welianto