JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Aksi Heroik Penjaga SDN di Karanganyar Lawan Perampok Berpistol. Dari Duel Jatuh...

Aksi Heroik Penjaga SDN di Karanganyar Lawan Perampok Berpistol. Dari Duel Jatuh Bangun Hingga Bawa Balok

350
BAGIKAN
Kondisi Sadimin, PNS penjaga SDN Jeruksawit 1 Gondangrejo, Karanganyar yang tertembak dua peluru saat melawan perampok di rumahnya. Foto/Istimewa

KARANGANYAR– Aksi perampok bersenjata api (Senpi) terjadi di rumah seorang PNS, Sadimin (60), warga Dukuh Plosorejo RT 2/3, Desa Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo, Jumat (25/8/2017) pagi juga menghadirkan kisah heroik dari Sadimin. Dalam kondisi satu lawan satu, korban yang berprofesi sebagai Penjaga SDN Jeruksawit 1 itu tak takut untuk melawan sebelum kemudian roboh tertembak dua peluru yang dilesakkan oleh pelaku.

Aksi perampok itu terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Pagi itu, sebenarnya rumah dalam kondisi kosong. Dari keterangan kerabat dan kepolisian, ceritanya pagi itu korban sedang bertugas di sekolah, sedangkan istrinya juga berjualan di kantin sekolah yang berjarak sekitar 500 meter dari sekolah. Sedangkan putri korban, Desi Wulandari (20) juga tengah mengajar di SD yang sama.

Sekitar pukul 08.40 WIB, Sadimin mendadak ingin pulang ke rumah karena merasa ada yang ketinggalan. Sesampai di depan rumah, ia kaget mendapati motor tak dikenal yang terparkir di depan gerbang rumahnya menghadap ke utara sementara pintu gerbang dalam kondisi masih tertutup.

Ia makin curiga ketika pintu dalam kondisi sudah tidak terkunci. Ia pun memberanikan diri masuk ke rumah. Bersamaan dengan itu, ia melihat seorang laki-laki tak dikenal yang keluar dari kamarnya dengan terburu-buru. Melihat itu, korban langsung berusaha menyergahnya dengan mencoba menangkap pelaku.

Keduanya kemudian terlibat perkelahian. Merasa terdesak, pelaku langsung mengeluarkan sepucuk senjata api yang diduga jenis air soft gun. Pelaku kemudian menembakkan dua kali dan mengenai pelipis kepala korban bagian kiri dan tangan kiri korban. Dua tembakan itu membuat korban roboh dan terjatuh.

Namun dalam kondisi kepala berdarah terkena peluru, korban masih berusaha bangkit dan sempat berteriak maling maling sembari berusaha mengejar pelaku. Ia juga sempat berlari sembari melempar balok kayu berukuran 10 x 20 meter namun pelaku berhasil melepaskan diri dan kabur ke arah utara.

“Saat itu, saya sedang tugas mengajar di sekolah.Tiba-tiba bapak datang dalam keadaan luka di kepala. Bapak cerita kalau baru saja ditembak salah satu perampok,” kata putrinya, Desi Wulandari.

Mendapati ayahnya terkapar, Desi lantas membawanya ke RS Dr Oen Kandang Sapi Solo untuk mendapatkan perawatan. Korban sempat dilaporkan tak sadarkan diri namun kemudian berhasil siuman setelah mendapat perawatan.

Sementara dari hasil pendataan, pelaku dilaporkan membawa kabur uang tunai Rp 10 juta dari kamar korban. Tak lama berselang, tim Inafis Polres Karanganyar datang melakukan olah TKP. Hasilnya, tim mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya sebuah linggis yang diduga digunakan pelaku untuk mencongkel pintu, satu buah balok kayu yang digunakan korban untuk melawan, satu butir peluru jenis gotro warga kuning yang melukai korban.

Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak melalui Kapolsek Gondangrejo, AKP Sugeng Dwiyanto menyampaikan pelaku diperkirakan beraksi sendirian dengan membawa senjata api yang diduga jenis soft gun. Dari hasil olah TKP, pelaku diduga masuk dengan cara mencongkel pintu belakang rumah korban yang saat kejadian dalam kondisi kosong.

Setelah masuk, pelaku kemudian mengacak-acak dua kamar. Saat itulah bapaknya (korban) pulang. Dia curiga kok ada orang asing di rumahnya. Lalu terjadilah perkelahian dan pukul-pukulan antara korban dan pelaku. Pelaku kemudian mengeluarkan senjata air soft gun dan menembakkan dua kali ke kepala sebelah kiri dan tangan korban,” paparnya.

Perihal kerugian yang diderita korban, Kapolsek menyampaikan berdasarkan keterangan korban memang ada uang tunai Rp 10 juta di kamar korban yang hilang. Ia juga menyampaikan bahwa kasus itu bukan perampokan namun awalnya pencurian yang kemudian berubah menjadi perkelahian dan pelakunya mengeluarkan tembakan.

“Kami masih menunggu dari korban karena tadi masih dibius dan belum sadar,” jelasnya. Wardoyo