JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Antisipasi Kasus First Travel Terulang, Kemenag Jateng Pantau 53 Penyelenggara Umrah

Antisipasi Kasus First Travel Terulang, Kemenag Jateng Pantau 53 Penyelenggara Umrah

25
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
ilustrasi

SOLO – Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah Jawa Tengah (Jateng) akan mengakreditasi 53 penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Jumlah tersebut terdiri dari 18 PPIU yang memiliki kantor di Jateng dan sisanya merupakan biro cabang dari provinsi lain.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jateng, Fahrani menyebutkan, akreditasi tersebut dilakukan berdasarkan pengalaman adanya kasus penipuan ribuan jamaah umrah oleh biro First Travel. Dalam hal ini, pihaknya mengambil tindakan antisipasi dan untuk lebih berhati-hati.

“Ada 53 biro umrah di Jateng yang terdaftar di Kemenag. Seluruh biro yang ada akan diakreditasi untuk memastikan tidak ada biro nakal. Untuk melakukan itu, kita akan gandeng penegak hukum, sehingga jika terjadi pelanggaran hukum dalam pelaksanaannya, maka penegak hukum yang akan menyelesaikan. Dan kami tinggal mencoret biro nakal tersebut,” paparnya saat meninjau Embarkasi Haji Donohudan, Rabu (23/8/2017).

Fahrani menambahkan, pihaknya tengah melakukan kajian tentang penyelenggaraan umrah untuk memberikan jaminan penyelenggaraan umrah yang baik kepada masyarakat.

Dalam kajian tersebut melibatkan seluruh unsur mulai dari pemerintah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi keagamaan, akademisi, serta unsur masyarakat lain.

“Kasus First Travel memberi pelajaran yang berharga bagi kemenag dan seluruh masyarakat. Dan biro umrah yang ada saat ini harus lebih berhati-hati dalam memberikan pelayanan kepada calon jamaahnya. Karena masyarakat juga dapat mengambil pelajaran dari kasus tersebut yaitu memilih biro yang benar-benar baik.

Maka kita melakukan kajian tentang itu, seperti penyelenggaraan ibadah haji, kita selalu mendapat kritikan. Tetapi semakin ke sini kualitas penyelenggaraan ibadah haji semakin baik. Tahun 2016 lalu indeks kepuasan penyelenggaraan haji kita 83,80 persen,” tukasnya.

Sementara itu, hingga Rabu (23/8/2017), Embarkasi Solo sudah menerbangkan 90 kloter dari 95 kloter yang akan diterbangkan. Total ada 31.434 jamaah yang sudah diterbangkan ke tanah suci dan penerbangan terakhir dilakukan Sabtu (26/8/2017).

“Sabtu (26/8) akan diterbangkan kloter sapu jagat dan sampai saat ini proses pemberangkatan seluruh calon jemaah haji berjalan lancar,” imbuh Kasubag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Badrus Salam.

Di sisi lain, satu lagi jemaah haji asal pemberangkatan Embarkasi Solo wafat di Tanah Suci. Jemaah haji atas nama Srijati Badrun Kasan (51), warga Kabupaten Semarang dinyatakan meninggal dunia akibat gangguan pernapasan, Selasa (22/8/2017).

“Dengan begitu total sembilan jemaah haji dari Embarkasi Solo yang meninggal. Satu diantaranya meninggal di embarkasi dan lainnya di Tanah Suci,” tukas Badrus.

#Triawati Prihatsari Purwanto