JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Awas, Ini Daftar Penyakit Berbahaya Yang Bisa Diidap Ternak Kurban

Awas, Ini Daftar Penyakit Berbahaya Yang Bisa Diidap Ternak Kurban

19
BAGIKAN
Ilustrasi pemotongan hewan kurban

KARANGANYAR– Dinas Peternakan dan Perikanan akan mengintensifkan penyisiran dan sosialisasi terhadap lokasi-lokasi penjualan hewan kurban yang biasa mangkal di tepi jalan. Hal itu dimaksudkan untuk mengecek sekaligus memastikan kesehatan ternak yang hendak dijual untuk kepentingan kurban.

Staf Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Karanganyar, Faturohman, menuturkan untuk tahun ini memang tidak ada pelatihan jagal untuk penyembelihan ternak kurban. Karenanya, sebagai gantinya, dinas akan menggelar sosialisasi dengan setiap kecamatan mewakilkan tiga jagal untuk menerima penyuluhan guna persiapan kurban.

Tiadanya alokasi menjadi kendala tidak adanya pelatihan jagal. Nantinya lewat sosialisasi akan disampaikan tata cara sebelum, saat, dan sesudah memotong hewan kurban. Hewan kurban harus mendapatkan perlakuan yang baik sebelum disembelih. Hewan kurban harus mendapat
makan dan minum cukup dan bergizi. Hewan kurban puasa 12 jam sebelum penyembelihan.

“Saat pemotongan hewan kurban, jagal harus memperhatikan asas kesejahteraan hewan. Jagal tidak boleh terlalu menyiksa hewan kurban. Setelah memotong, harus memperhatikan organ apa saja yang harus dicek,” paparnya Senin (21/8/2017).

Ia menyebut ada beberapa penyakit berbahaya yang bisa terdeteksi pada
sapi atau ternak kurban. Yaitu limpa terkait indikasi antraks, paru-paru penyakit TBC dan lan-lain, hati terkait cacing hati, dan lain-lain. Kebanyakan yang harus diwaspadai itu cacing.

Sedangkan sasaran pengecekan adalah tempat penjual hewan kurban di tepi jalan, seperti di Jaten, Tasikmadu, Karanganyar, dan Gondangrejo. Pengecekan dilaksanakan Senin-Rabu (28-30/8). Saat pengecekan, pihaknya juga akan menyiapkan dokumen atau surat keterangan yang menyatakan hewan tersebut layak dikonsumsi. Tetapi, surat keterangan
tidak bisa menyasar seluruh penjual hewan kurban. Surat keterangan itu
bisa menjadi rekomendasi bagi calon konsumen saat membeli hewan kurban. (Wardoyo)