JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Awas, Pengunjung RSUD Sragen Tak Boleh Lagi Merokok. Ini Sanksinya Jika Nekat..

Awas, Pengunjung RSUD Sragen Tak Boleh Lagi Merokok. Ini Sanksinya Jika Nekat..

405
BAGIKAN
LARANGAN MEROKOK- Wadir Umum RSUD Sragen, Udayanti Proborini saat memberikan pengarahan dalam Sosialisasi Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Aula RSUD Sragen, Rabu (23/8/2017).Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Manajemen RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen berkomitmen memperketat pengawasan terhadap siapapun pengunjung, pasien, maupun karyawan untuk tidak merokok di lingkungan RSUD. Ini menyusul hasil monitoring report oleh Satpam yang mendapati masih ada pengunjung maupun karyawan yang nekat mencuri-curi kesempatan merokok di lingkungan RSUD.

Hal itu terungkap saat digelar sosialisasi Implementasi Perda N0. 01/2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Aula RSUD Sragen, Rabu (23/8/2017). Wakil Direktur Umum RSUD Sragen, Udayanti Proborini mengungkapkan pengetatan pengawasan itu dilakukan sebagai upaya mengoptimalkan penerapan Perda KTR yang belum lama ini mengantar Bupati Sragen meraih penghargaan Pastika Parahita dari Kementerian Kesehatan RI.

“Selama ini implementasi Perda KTR itu dirasa memang belum maksimal. Sehingga kami akan meningkatkan pengawasan sehingga RSUD benar-benar steril dari asap rokok,” paparnya.

Udayanti menguraikan berdasarkan data riset kesehatan (Riskesda) Tahun 2013, Kabupaten Sragen merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat konsumsi rokok yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Data mencatat jumlah perokok aktif di Sragen mencapai 2,0 persen sedangkan perokok kadang-kadang tercatat 2,8 persen.

Sebagai bentuk keseriusan, kegiatan sosialisasi ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama menyukseskan KTR di Sragen maupun RSUD oleh seluruh jajaran terkait. Kasubag Umum dan Rumah Tangga RSUD, Hartatmo menyampaikan kegiatan sosialisasi kemarin menghadirkan sekitar 70 peserta dari DKK, Satpol dan karyawan internal RSUD.

Karyawan sengaja dilibatkan agar ikut berpartisipasi memberikan sosialisasi sekaligus mengawasi pengunjung maupun pasien agar menaati larangan merokok di lingkungan RSUD.

Ia menyampaikan seluruh lingkungan RSUD tanpa terkecuali, sudah dinyatakan masuk KTR. Semua Satpam dan karyawan yang berjumlah 616 orang juga akan didorong untuk proaktif mengawasi agar tidak ada lagi pengunjung atau pasien yang merokok.

Mengenai sanksi denda yang juga diatur di Perda dan bisa dikenakan bagi siapapun yang ketahuan merokok, Hartatmo menyampaikan untuk sementara sanksi denda belum akan diterapkan dan pihaknya lebih mengedepankan sosialisasi dan teguran terlebih dahulu.

“Kantin pun enggak boleh jualan rokok. Asbak juga tidak boleh ada. Kita juga lakukan edukasi lewat peringatan bahaya merokok, lalu patroli keliling oleh Satpam yang ketahuan akan langsung ditegur dan dilarang. Kalau implementasinya maksimal nanti penghargaannya bisa naik jadi Pastika Parama,” pungkasnya. Wardoyo