JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Band Anti Narkoba Danar N The Blangkon, Kebhinnekaan untuk Bersama Halau...

    Band Anti Narkoba Danar N The Blangkon, Kebhinnekaan untuk Bersama Halau Narkoba

    59
    BAGIKAN

     

    Dok Danar N The Blangkon
    KEBHINEKAAN- Penampilan nyentrik Danar N The Blangkon dalam puncak acara Hari Anti Narkotika, beberapa waktu lalu.

     

    Pengantar

    Perjalanan hidup para personel band Danar n The Blankon sangat menarik diikuti. Berawal dari gelimang dunia malam dan narkoba, kini berubah menjadi pegiat antinarkoba. Beragam penghargaan pun berhasil diraihnya.

    ——————

    Selalu ceria dan penuh humor. Itulah kesan pertama yang diperoleh saat berbincang dengan para personel Danar N The Blangkon. Band tersebut beranggotakan Agus Widanarko, Hilarius Mukti Catur alias Tatung, dan Abraham Denny alias Klowor.

    Kesan tersebut semakin menjadi ketika obrolan terus meluncur dari mereka, Selasa (29/8). Obrolan yang diselingi banyolan, candaan segar dan kreatif. Termasuk obrolan soal terpilihnya mereka menjadi salah satu penampil mengisi motivasi anti narkoba di depan Presiden dan jajaran menteri pada puncak acara Hari Anti Narkotika beberapa waktu lalu.

    “Saya tidak membayangkan, saya yang hanya seorang pegawai kontrak penyuluh di BNK (Badan Narkotika Kabupaten) Sukoharjo saat mendapat telepon dari BNN pusat dan sekretariat negara,” ujar Agus Widanarko alias Danar.

    Dalam telepon tersebut dijelaskan bahwa tim penyuluh narkoba unik yang dia rintis dengan konsep baru yaitu Danar N The Blangkon langsung mendapat apresiasi untuk tampil di hadapan Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kepala BNN dan seluruh jajaran menteri di puncak Hari Anti Narkotika 13 Juli 2017 di TMII Jakarta.

    “Ada 4 pengisi di antaranya ada paduan suara antinarkoba universitas di Jakarta, terus ada teaterikal tarian anti narkoba, grub band SLANK dan Danar N The Bangkon,” jelas dia.

    Lebih lanjut pria asli Wonogiri itu menyebutkan, Danar N The Blangkon membawa konsep kearifan lokal budaya Jawa. Yaitu blangkon dan busana lurik untuk melawan narkoba.

    Juga ada keunikan lagi. Ternyata Danar N The Blangkon merupakan perwujudan kebhinekaan. Yaitu personelnya Danar merupakan Muslim, Tatung adalah Katholik dan Klowor beragama Kristen. Mereka, ujar dia menyatakan bersatu berbeda agama untuk satu tekad lawan narkoba.

    Unik lagi lanjut dia mereka adalah para mantan penggiat narkoba. Di mana Tatung adalah pecandu narkoba berat. Dulunya merupakan gitaris band bersama Danar. Selanjutnya Tatung sadar karna tertangkap polisi dan masuk penjara.

    Tatung selanjutnya bertaubat bertemu pendeta di penjara. Akhirnya ketika keluar penjara, Tatung kuliah dan menjadi guru bimbingan konseling di SMA swasta di Solo. Sekarang bertambah profesi menjadi konselor di panti rehabilitasi mitra alam.

    Personel selanjutnya Klowor juga dulu gitaris di band bersama Danar. Tidak hanya itu Klowor pun pecandu berat narkoba. Sadar karena melihat Tatung tertangkap masuk penjara dan melihat drummer band mati over dosis, akhirnya Klowor lari ke pertaubatan di Gereja Kepunton Solo dan sembuh. Sekarang menjadi aktivis pengurus Gereja Kepunton.

    Danar  dulunya bukan pecandu narkoba, namun vokalis band bersama Klowor dan Tatung.  Ia pernah menjadi manajer dan pegiat diskotik yang penuh narkoba dan maksiat. Suatu ketika Danar pulang kampung saat Ramadhan, dan mendapat bimbingan ustad. Jalan hidup Danar kian mudah, karena ia diperacya oleh mantan Wakil Bupati Sukoharjo saat itu Mohamad Toha, Danar dikirm diklat ke BNN untuk belajar tentang narkoba dan pencegahannya akhirnya, diangkat menjadi penyuluh narkoba di BNK Sukoharjo .

    Setelah terpisah tujuh tahun, akhirnya Danar dan Tatung tanpa sengaja berjumpa kembali saat Danar menyuluh sekolah tempat Tatung mengajar. Akhirnya keduanya bersatu menebus dosa menjadi tim penyuluh dan motivator dengan nama Duo Blangkon.

    Setahun kemudian keduanya bertemu dengan Klowor dan makin komplit pertaubatan mereka bertiga. Nama Duo Blangkon berubah jadi Danar N The Blangkon.

    “Blangkon memiliki falsafah bloko lelakon alias hidupnya harus jujur mulai sekarang dan berani jujur untuk katakan tolak narkoba. Juga berani jujur masa lalu kelam demi masa depan cerah dan berani jujur untuk tetap semangat selamatkan bangsa untuk menebus dosa masa lalu,” tandas Klowor.

    Lagu yang dibawakan biasanya berlatar belakang nuansa tradisional, misalnya lagu Jawa. Hanya saja liriknya diubah dengan tema anti narkoba. Penampilan mereka selalu nyentrik dengan blangkon.

    Sejumlah penghargaan berhasil diraih. Sebut saja khusus Danar dia mendapat penghargaan dari Liputan 6 SCTV Awards, penghargaan Gubernur Jateng Bibit Waluyo, penghargaan BNN 2009 dan penghargaan Presiden di 2014. Untuk Danar N The Blangkon selain penghargaan Sang Inspirasi TVOne, juga berkesempatan menuju istana negara dan menyuluh di depan Presiden dan menteri.

    “Harapan kami semoga semangat memotivasi ini semakin bisa diterima dan memunculkan the next blangkon blangkon baru. Karena perjuangan melawan narkoba harus bersama-sama dan total supaya para bandar narkoba akan mundur teratur melihat semua penduduk indonesia berani menyatakan tolak narkoba,” tegas Danar.

    Target yang akan diraih adalah menginspirasi dan memotivasi pejuang pejuang baru untuk berani membantu negara lawan narkoba. Karena serbuan narkoba dari luar atau dari bangsa asing telah nyata adanya. # Aris Arianto