JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Banyak Proyek Infrastruktur Molor dan Salahi Bestek, DPRD Sragen Soroti Pengawasan DPU-PR

Banyak Proyek Infrastruktur Molor dan Salahi Bestek, DPRD Sragen Soroti Pengawasan DPU-PR

441
BAGIKAN
SIDAK PROYEK—Anggota Komisi III DPRD Sragen, Mualim Sugiyono, Sukamto, Husen Kusyaini bersama Kepala DPU PR, Marija melakukan sidak proyek jalan dan jembatan di Mondokan, Selasa (22/8).

SRAGEN—Komisi III DPRD Sragen menyesalkan banyaknya proyek infrastruktur yang sedang berjalan, ditemukan molor dari jadwal pengerjaan yang sudah ditentukan.

Tidak hanya terlambat dari jadwal, adanya proyek yang dikerjakan menyalahi bestek juga memantik sorotan tajam terutama terkait kinerja dan pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR).

Temuan itu terungkap dari hasil sidak Komisi III bersama DPU-PR ke beberapa proyek jalan dan jembatan di wilayah Sragen bagian utara, Selasa (22/8/2017).

Anggota Komisi III, Mualim Sugiyono mengungkapkan, dari empat proyek yang dicek, tiga di antaranya menunjukkan progres yang jauh dari jadwal pengerjaan (time schedule).

Di antaranya pembangunan jembatan Klayu-Jekani di Kecamatan Mondokan yang seharusnya progres sudah 30 persen, sejauh ini baru tercapai 7 persen.

Setali tiga uang, proyek peningkatan jalan Kedawung-Jambangan di Kecamatan Mondokan juga baru tercapai 6 persen dari jadwal pencapaian yang harusnya sudah 25 persen.

SIDAK PROYEK—Anggota Komisi III DPRD Sragen, Mualim Sugiyono, Sukamto, Husen Kusyaini bersama Kepala DPU PR, Marija melakukan sidak proyek jalan dan jembatan di Mondokan, Selasa (22/8).

Lebih parah lagi, proyek peningkatan jalan cor dan talut Mondokan-Pare di Kecamatan Mondokan yang harusnya lebar jalan 9 meter, setelah diukur ternyata hanya 8 meter.

Talut kedua sisi yang harusnya selebar 2 meter, ternyata hanya dibangun masing-masing 1,5 meter. Melihat amburadulnya pengerjaan itu, pihaknya langsung meminta pekerja talut untuk menghentikan pekerjaan yang dinilai sudah menyalahi spesifikasi tersebut.