JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Barang Dipasok dari Jakarta, Begini Cara Sindikat Pengedar Pil Koplo di Sragen...

Barang Dipasok dari Jakarta, Begini Cara Sindikat Pengedar Pil Koplo di Sragen Bergerak

598
BAGIKAN
BANDAR OBAT TERLARANG—Tiga tersangka bandar dan pengedar jaringan peredaran obat terlarang jenis pil koplo diamankan berikut 21.500 butir pil yang disita dalam penggerebekan, Rabu (23/8). foto : WArdoyo

SRAGEN—Jajaran Satres Narkoba Polres Sragen terus mengintensifkan pengusutan terhadap jaringan peredaran obat terlarang yang digawangi tiga pemuda asal Jenar dan Kedawung yang digerebek Rabu (23/8/2017).

Dari hasil penyelidikan, puluhan ribu obat terlarang jenis pil koplo yang disita dari ketiga tersangka, diketahui dipasok dari seseorang yang beralamat di Jakarta.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kasat Narkoba AKP Joko Satriyo Utomo, Kamis (24/8/2017).

Ia mengungkapkan, saat ini tim masih dikerahkan untuk mengembangkan penyelidikan terkait sindikat pengedar pil koplo skala besar yang diamankan dengan barang bukti 21.500 butir pil koplo itu.

Ketiga tersangka yang diringkus itu masing-masing bernama Heri Anang Yulianto (25) warga Dukuh Jenar RT 1 RW I, Desa Jenar, Kecamatan Jenar.

Kemudian Tri Aristanto (26) warga Dukuh Pindi RT 15, Desa Mlale, Jenar, dan Endri Suparno (23) warga Dukuh Pengkok RT 10, Desa Dawung, Sragen.

“Kalau dari nama pengirim yang tertera di paketan itu, pengirimnya namanya Doni dari Jakarta. Tapi biasanya pengirimnya pakai nama seseorang dan namanya pun dipalsukan. Meski begitu, tetap kita usut terus. Memang butuh strategi untuk mengusutnya karena jaringan ini sepertinya memang sengaja memalsukan nama pengirim dan penerimanya,” ungkapnya.

Joko menguraikan, sindikat yang digawangi Heri mendapat barang dari pesan yang kemudian dikirim melalui paket JNE secara online. Dengan nama pengirim yang dipalsukan, memang agak sulit untuk melacak dan menangkap pemasoknya yang mencantumkan alamat Jakarta itu.

Hal itu juga diperkuat dengan keterangan petugas JNE Sragen bahwa paketan serupa memang sudah sering diambil oleh pelaku. Hanya saja, nama penerimanya dibuat berganti-ganti meski orangnya ternyata sama.

Sementara dari keterangan tersangka, ia baru dua kali menerima paketan yang di dalamnya ternyata berisi ribuan pil koplo tersebut.

“Kalau keterangan petugas JNE, sudah berkali-kali pelaku ini menerima paketan yang sama. Tapi nama di penerima itu berganti-ganti meski orangnya sama. Akhirnya petugas jadi niteni (menandai) dan karena curiga akhirnya melapor ke kami,” terangnya.

Ditambahkan, saat ini ketiga tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres. Kepada ketiganya bakal diterapkan pasal 196 juncto pasal 197 UU No 36/2009 tentang kesehatan dan UU No 5/1997 tentang psikotropika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

Wardoyo