JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Baru Sehari Dibuka, Kunjungan ke Museum Keris Masih Sepi

Baru Sehari Dibuka, Kunjungan ke Museum Keris Masih Sepi

59
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
TIKET MUSEUM KERIS GRATIS—Warga tengah melihat-lihat koleksi keris di Museum Keris Nusantara, Solo, Kamis (10/8). Resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo, tiket masuk Museum Keris Nusantara saat ini digratiskan. Pembebasan biaya tiket masuk berlaku hingga 31 Agustus 2017.

SOLO – Pascaperesmian, museum keris mulai dibuka untuk umum. Namun demikian, angka kunjung ke museum keris belum menggembirakan.

Dari pantauan Joglosemar jumlah pengunjung museum keris hingga pukul 13.30 WIB hanya 32 orang pengunjung. “Ini cuma mampir liat-liat, penasaran aja kan kemarin sampai diresmikan presiden ya,” ujar Rini (30) warga Kampung Ngasinan, Kelurahan Jebres

Ia menilai, pengelola museum belum sepenuhnya siap membuka pelayanan. Sebab, sejak memasuki area parkir masih ada aktivitas perbaikan. Tak hanya itu ia mengaku kesulitan memahami deskripsi, sebab tak menemukan adanya pemandu. Selain itu masih ada beberapa bilah keris yang sama sekali belum diberi deskripsi.

“Kayaknya belum siap dibuka ini. Masih ada perbaikan, kerisnya juga ada yang belum dikasih deskripsi. Tadi mau tanya-tanya, tapi nggak ada guide-nya,” imbuh Rini

Penilaian yang sama juga dilontarkan Syarief Hidayat (29), warga Kampung Petoran Kelurahan Jebes. Ia mengaku ngeri saat menggunakan lift. Saat di lantai 3, lift tidak dapat digunakan. Ia berharap pengelola museum segera melakukan pembenahan. “Museum ini penting, saya juga turut bangga ini berdiri di Solo. Harapannya pelayanan jangan ala kadarnya peh gratis,” imbuhnya.

Kepala UPT Museum, Bambang MBS mengakui pihaknya masih berbenah. Majunya jadwal peresmian membuat pihaknya harus mendahulukan penataan dan dekorasi yang diperlukan pada peresmian Museum Keris.

“Sebenarnya deskripsi yang kita harapkan juga harus detail, memuat asal usul keris siapa yang memegang, dari abad berapa, empunya siapa, itu putran (tiruan) atau masih asli,” tuturnya.

Hal ini dilakukan, sebab diperkirakan pengunjung museum keris bukan hanya orang awam, melainkan penggemar keris. Informasi yang kurang dikhawatirkan akan mengecewakan pengunjung, termasuk penggemar keris.

Namun demikian, Bambang optimistis Museum Keris akan mampu menarik perhatian masyarakat. Bahkan ia yakin penggemar keris akan menjadi pengunjung setia. “Ini dimaksudkan untuk memberikan kepuasan kepada pecinta keris sekaligus pendidikan bagi masyarakat tentang berbagai macam jenis dan bentuk keris serta sejarahnya,” kata Bambang.

#Arief Setiyanto