JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Bawa Lari Enam Sapi dan Tipu Belasan Peternak di Tanon, Polres Sragen...

    Bawa Lari Enam Sapi dan Tipu Belasan Peternak di Tanon, Polres Sragen Kejar Sindikat Ini

    222
    BAGIKAN
    Joglosemar/Yuhan Perdana
    Ilustrasi sapi

    SRAGEN—Jajaran Polres Sragen langsung bergerak melakukan pengusutan untuk mengungkap sindikat penipuan berkedok dagang sapi kurban yang membawa kabur enam ekor sapi dan menipu belasan peternak di Kecamatan Tanon.

    Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman mengungkapkan, saat ini pihaknya masih mengintensifkan pengusutan dan penyelidikan untuk memburu otak pelaku penipuan yang mengaku bernama Agung asal Semarang tersebut.

    “Kami sudah mengirim tim untuk melacak keberadaan enam ekor sapi yang kemudian diketahui sudah dijual oleh tersangka kepada J, salah satu pedagang di daerah Jenawi, Karanganyar. Saat ini tim berkonsentrasi untuk mengusut keberadaan pelaku utama bernama Agung itu,” ungkapnya, Selasa (15/8/2017).

    Kapolres menguraikan, dari hasil penyelidikan sementara, tim sudah mengantongi identitas mobil Toyota Avanza yang digunakan oleh pelaku bersama dua rekannya saat beraksi mendatangi dan menawar sapi milik belasan peternak di Desa Gawan dan Kecik, Tanon.

    Namun untuk kepentingan penyelidikan, identitas mobil yang digunakan sarana kejahatan itu belum bisa dipublikasikan.

    Ia menyampaikan, pihaknya tidak akan gegabah dalam menangani kasus ini mengingat ada kerumitan tersendiri yang membutuhkan kehati-hatian dalam melangkah.

    Sebab aksi sindikat penipuan itu terbilang cukup lihai dengan berpura-pura membeli sapi dari petani untuk kemudian dijual lagi ke pedagang berinisial J di Jenawi.

    Dari enam ekor sapi yang diambil pada hari kejadian, dibeli oleh pelaku seharga Rp 126 juta. Kemudian menurut keterangan pembeli asal Jenawi berinisial J, sapi itu sudah dibeli dari Agung dengan harga Rp 99 juta.

    Perihal indikasi adanya konspirasi atau penadahan antara keduanya, Kapolres menilai hal itu masih diselidiki.

    “Dari petani harga enam ekor sapi itu dibeli Rp 126 juta oleh pelaku. Kemudian dari hasil taksiran ke blantik-blantik katanya harga wajarnya sekitar Rp 105 juta. Selisihnya enggak begitu jauh, makanya untuk melihat apakah ada indikasi penadah, masih perlu didalami. Fokus utama kita mengejar Agung-nya dulu,” tukasnya.

    Di sisi lain, para peternak yang menjadi korban sangat berharap sapi mereka bisa kembali, karena saat dibawa mereka belum menerima pembayaran dari pelaku.

    Salah satu korban, Sutarno (45), warga Dukuh Ngamban RT 7, Desa Gawan, Tanon mengaku sama sekali tidak mengira jika pelaku ternyata adalah penipu.

    Ia juga mengakui merasa ada keanehan ketika pelaku datang menawar sapinya hingga kemudian mengajaknya bersama dua peternak lainnya membawa sapi dengan dalih mengambil uang pembayaran.

    “Saya baru sadar ketika diturunkan di Lapangan Pedurungan, Semarang. Sementara pedagang yang ngaku bernama Agung itu sudah pergi diboncengkan temannya naik motor meninggalkan saya. Selama perjalanan ke Semarang yang katanya mau ambil uang, saya nggak tahu adanya hanya manut-manut nggak berontak,” tukasnya.

    Wardoyo