JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Bawa Motor ke Sekolah, Puluhan Pelajar Diganjar Sanksi Tilang

Bawa Motor ke Sekolah, Puluhan Pelajar Diganjar Sanksi Tilang

47
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
HIMBAUAN WALIKOTA—Siswa Sekolah Menengah Pertama mengendarai sepeda motor saat pulang dari sekolah di Kelurahan Sewu, Jebres, Surakarta, Senin (31/7/2017). Walikota Surakarta mengimbau pada orangtua siswa untuk tidak mengizinkan anaknya mengendarai kendaraan bermotor sebelum usia 17 tahun.

SOLO – Komitmen mengurangi angka kecelakaan di kalangan pelajar ditanggapi serius. Kemarin Satlantas Polresta Surakarta bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta menggelar razia gabungan di kawasan SMA 5 Surakarta. Puluhan pelajar diganjar sanksi tilang lantaran tak mampu menunjukkan SIM.

“Hasil penindakan ada 49 pelajar yang kita tindak. Sebanyak 42 orang tidak memiliki SIM dan 7 orang tidak bisa menunjukkan surat-surat (SIM dan STNK),” ujar KBO Satlantas Polresta Surakarta Iptu Bambang Subekti mewakili Kasat Lantas Polrest surakarta Kompol Imam Syafi’i

Iptu Bambang mengungkapkan razia pengendara pelajar bukan pertama kali digelar. Hal ini didasarkan pada MoU antara Polresta dan Pemkot Surakarta serta Dinas Pendidikan telah dilakukan sejak tahun 2009 lalu. “Walikota menekankan agar penindakan di sekolah-sekolah tetap dilakukan dan ditingkatkan,” imbuhnya

Hal ini dimaksudkan agar angka kecelakaan yang melibatkan pelajar turun. Sebelumnya Kompol Imam Syafi’i mengatakan pelajar menyumbang 10 persen angka kecelakaan di Kota Solo, baik sebagai pelaku maupun korban.

“Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya kecelakaan terjadi. Maka sejak awal kita cegah dan kita lakukan penindakan. Polresta Surakarta dan Dishub setiap hari pasti ada penyuluhan tertib berlalu lintas,” pungkasnya.