JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Bejat, Dipancing Mainan di HP, Tangan Wali Kelas MI di Karanganyar Bergerilya...

Bejat, Dipancing Mainan di HP, Tangan Wali Kelas MI di Karanganyar Bergerilya Nodai 4 Siswinya..

8275
BAGIKAN
Petugas kepolisian saat mengamankan pelaku pencabulan. Foto : Satria UTama

KARANGANYAR– Sebanyak empat orang siswa di salah satu madrasah ibtidaiyah (MI) di Karanganyar dilaporkan menjadi korban pencabulan di sekolah. Ironisnya, aksi pencabulan dan pelecehan seksual itu diduga dilakukan oleh salah satu guru sekaligus wali kelas mereka sendiri.

Aksi pelecehan dan pencabulan itu terungkap ketika keempat siswi itu menjalani pemeriksaan di ruangan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim, Polres Karanganyar, Kamis (10/8/2017). Mereka menjalani pemeriksaan secara tertutup di ruangan PPA Reskrim dengan masing-masing didampingi oleh orangtuanya.

Naamun, dari pantauan wartawan, keempat siswi cilik itu, terlihat ketakutan saat dipanggil untuk dimintai keterangan oleh penyidik. Bahkan, beberapa diantaranya terlihat menolak masuk ke ruangan penyidik dan baru mau setelah dibujuk oleh penyidik dan didampingi orangtuanya.

Selain orangtua korban, tampak hadir salah satu tokoh masyarakat yang disebut-sebut sebagai Ketua Rukun Tetangga (RT) di lingkungan tempat tinggal korban di sekitar sekolah. Salah satu tokoh masyarakat yang mendampingi para korban dan orangtua, menuturkan insiden pencabulan itu dilaporka oleh salah satu orang tua siswi setelah curiga dengan perubahan sikap dan perilaku yang ditunjukkan putrinya.

“Orangtuanya curiga karena anaknya sering mengeluh sakit ketika buang air kecil. Setelah didesak akhirnya mengakui telah mendapat perlakuan dari orang itu (guru terduga pelaku). Akhirnya dilaporkan lah ke polisi,’ ujar pria yang minta identitasnya tidak ditulis tersebut saat ditemui di ruangan Reskrim.

Informasi yang dihimpun Joglosemar, wali kelas berusia 47 tahun itu diketahui menjalankan aksi bejatnya di ruang kelas. Keempat siswi itu secara bergiliran dicabuli dengan dalih diminta membantu koreksi hasil ulangan siswa lainnya.

Ketika mereka sedang mengoreksi, tangan sang guru kemudian bergerilya ke bagian sensitif para siswi hingga membuat alat vital mereka mengalami luka. Sebagian siswi juga dipancing dengan disuruh menonton HP milik tersangka. Setiap habis digitukan, mereka diberi uang Rp 2.000.

Sempat diancam, para siswi yang tidak tahan kesakitan itu akhirnya membongkar kelakuaan bejat guru mereka ke orangtuanya yang kemudian ditindaklanjuti dengan melapor polisi.

Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, melalui Kasubbag Humas AKP Suryanto, kepada wartawan, membenarkan adanya laporan dari orang tua korban terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu guru.

Menurutnya, para korban dugaan pencabulan itu diketahui berusia antara 9-10 tahun. Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan oleh penyidik PPA Reskrim bersama orangtuanya.

“Memang benar, ada laporan dugaan terjadinya pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Tadi keluarga mengadukan perkara pelanggaran asusila yang dialami anak mereka. Saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh tim PPA Reskrim,” kata AKP Suryanto.

Menurut AKP Suryanto, penanganan kasus itu dilakukan setelah ada laporan yang masuk ke Polres terkait dugaan pelecehan dan pencabulan yang dilakukan oleh guru terhadap keempat siswi itu. Hanya saja, untuk kepentingan proses penyelidikan dan karena korban masih di bawah umur, identitas mereka tidak dipublikasikan.

“Saat ini, tim penyidik masih mendalami keterangan pelapor dan menyelidiki kasus itu. Pasti segera ditindaklanjuti saat penyidik masih melakukan pendalaman terhadap keterangan korban dan orang tuanya,” tegasnya. Wardoyo