Beredar, Foto Inafis Diduga Identik Dengan Mayat Yang Ditemukan Terikat di...

Beredar, Foto Inafis Diduga Identik Dengan Mayat Yang Ditemukan Terikat di Alaska Kedawung, Sragen

2304
Foto wajah yang beredar berlabel Inafis yang diduga merupakan foto jasad di Alaska Kedawung. Foto/istimewa

SRAGEN– Sehari pasca penemuan mayat pria yang diduga korban pembunuhan di Alas Karet (Alaska) Kedawung, tepatnya di Dukuh Gondang, Kedawung, pihak kepolisian menyatakan masih mengintensifkan pendalaman untuk menguak identitas korban. Namun, Jumat(4/8/2017) petang, mulai beredar foto berlabel tim Inafis yang menunjukkan sebuah gambar yang diduga kuat identik dengan jasad pria yang ditemukan di Alaska tersebut.

Foto wajah yang mulai menyebar di beberapa pihak itu, menampilkan sosok pria paruh baya berusia sekitar 50 tahun asal Surabaya. Dari sepintas penampakannya, pria dalam foto itu memang memiliki sejumlah kemiripan dengan ciri jasad di Alaska.

Ada kumis tidak terlalu tebal, rambut setengah ikal dan dahi agak lebar. Foto itu bahkan sudah menyebar di beberapa media sosial dan penyebarnya juga mencantumkan identitas lengkap yang diduga merupakan identitas pria dalam foto itu.

Dari data yang dihimpun Joglosemar, tertera nama Agus B, beralamat di Dukuh Klutuk RT 5/1, Kelurahan Kramat Jegu, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jatim. Pria tersebut diketahui bekerja sebagai karyawan swasta dengan tanggal lahir Surabaya, 12 April 1958.

Baca Juga :  Tragis, Hendak Jajan Bakso, Guru Paud Di Sragen dan Adik Sepupu Tewas Tergilas Truk. Jasadnya Sempat Ditutupi Koran

Perihal beredarnya data dan foto hasil Tim Inafis itu, Kasat Reskrim AKP Dimas secara tersirat tidak menampik. Namun ia menyampaikan hal itu masih dalam pendalaman. Saat ditanya apakah itu merupakan kesimpulan dan identik dengan identitas mayat pria di Alaska, ia belum mau menyampaikan.

“Masih kita dalami Mas War,” ujarnya saat dihubungi Joglosemar, Jumat (4/8/2017) malam.

Inafis atau Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) merupakan sebuah sistem identifikasi yang memiliki pusat data serta yang merekam setiap individu, warga negara Indonesia tak terkecuali bayi begitu lahir maka segera kehadirannya terekam ke dalam INAFIS. Polisi biasanya menggunakan sistem ini untuk melacak identitas jasad yang tidak ada tanda pengenalnya atau identitasnya melalui pemadanan sidik jari serta ciri fisik yang teridentifikasi.

Sebelumnya, AKP Dimas Bagus Pandoyo mengungkapkan berdasarkan hasil penyelidikan dan olah TKP, petugas tidak menemukan identitas pengenal apapun di tubuh korban. Namun ia memastikan, dari keterangan Kades di wilayah dekat lokasi, mayat tersebut dipastikan bukan berasal dari warga sekitar.

Baca Juga :  Satu Lagi Tersangka Sindikat Rampok Pembunuh Sopir di Alas Karet Kedawung, Sragen Ditangkap. Temuan Barang Buktinya Mengejutkan

Perihal indikasi korban pembunuhan yang sengaja dibuang, ia belum berani memastikan. Namun melihat kondisinya yang terikat dengan mulut dilakban, kemungkinan korban pembunuhan sangat terbuka. Untuk memastikan penyebab kematian dan menguak identitasnya, jasad langsung dikirim ke RSUD Dr Moewardi Solo guna dilakukan proses otopsi.

Menurutnya dari hasil identifikasi awal, korban memiliki ciri-ciri berusia sekitar 50-55 tahun, tinggi badan 260 sentimeter, rambut hitam agak keriting dan berkumis dengan warna kulit sawo matang.

Ditemukan pula luka lebam di sekitar leher yang diduga kuat korban sengaja dihabisi sebelum dibuang ke lokasi kejadian. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta mulut dilakban.

“Yang jelas bukan dari warga sekitar. Tadi Kades di sekitar areal penemuan, memastikan tidak ada warga yang kehilangan anggota keluarganya. Makanya kami berharap kalau ada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan cirri-ciri di atas bisa segera
menghubungi Polres Sragen,” terangnya. Wardoyo

BAGIKAN