JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Bikin Trenyuh, Begini Kondisi Empat Siswi MI di Karanganyar yang Jadi...

Bikin Trenyuh, Begini Kondisi Empat Siswi MI di Karanganyar yang Jadi Korban Pencabulan Wali Kelasnya

500

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak saat menggelar ungkap keberhasilan penangkapan guru MI yang menjadi tersangka pencabulan empat siswinya,  Jumat (11/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR– Empat korban dugaan pelecehan seksual yang dilakaukan AS (47) warga Karanganyar Kota, masih mengalami trauma. Empat korban yang merupakan siswa kelas III salah satu sekolah dasar (SD) tersebut, masih didampingim oleh tim psikologi Polres Karanganyar, Bapas dan KPA.

“Kondisi korban masih trauma.Kita terus mendampingi dengan menggandeng Bapas dan KPA Karanganyar. Korban saat berada di rumah aman untuk pemulihan kondisi psikologis mereka,” kata Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak, Jumat (11/08/2017).

Menurut Kapolres, pelecehan dan pencabulan yang dilakaukan AS kepada korban sebanyak tiga kali. Hal ini menyebabkan kondisi psikologis korban terguncang dan mengalami trauma.

“Kita berharap, kondisi psikologis korban segera pulih dan dapat mengikuti pelajaran di sekolah,” ujar Kapolres.

Kapolres menambahkan, aksi pencabulan yang dilakaukan AS terhadap korban sebanyak 3 sampai 4 kali dan mulai dilakukan sejak bulan Juli 2017 lalu hingga 9 Agustus 2017. Seluruhnya dilakukan di dalam ruang kelas.

“Kami menghimbau kepada orang tua sgera melapor jika memang ada anaknya yang menjadi korban. Kami tetap menindaklanjuti secara hukum,” tegas Kapolres.

Sementara itu, ketua Komisi D DPRD Karanganyar, Endang Muryani, mengaku prihatin terjadinya kasus pelecehan yang dilakukan oleh oknum pendidik. Menurut Endang, posisi anak saat ini, tidak aman dan sangat rawan terjadinya pelecehan seksual.Untuk itu, Endang berharap, agar pemkab Karanganyar melakukan langkah-langkah antisipatif, agar kasus ini tidak terjadi lagi di bumi Intanpari.

“Kita semua turut prihatin. Kasus pencabulan di Desa Ngrawoh beberapa waktu lalu belum hilang dari ingatan kita. Kali ini, kasus yang sama kembali terjadi.Pemkab Karanganyar harus serius menangani kasus ini. Ambil langkah cepat untuk menangani korban,” ujarnya. (Wardoyo)

BAGIKAN