JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen BNN Bongkar Sindikat Sabu Skala Besar Jateng, 300 Sabu Dikendalikan Napi di...

BNN Bongkar Sindikat Sabu Skala Besar Jateng, 300 Sabu Dikendalikan Napi di LP Sragen

282
BAGIKAN
ilustrasi penangkapan di Sragen. Foto : Joglosemar

SRAGEN– Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah membongkar sindikat narkotika skala besar yang beroperasi di wilayah Semarang dan sekitarnya. Dalam penggerebekan yang dilakukan Selasa (29/8/2017), tim mengamankan 300 gram sabu dari dua orang pengedar berinisial AY dan MF di Semarang.

Menariknya, sindikat tersebut diketahui dikendalikan oleh seorang narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan Sragen, Amirul Huda (26). Amirul Huda yang diketahui asal Kampung Bedas Utara, Dadapsari, Semarang itu saat ini mendekam di sel LP Kelas II A Sragen juga atas bisnis sabu seberat 48 gram yang dibawa oleh dua kurirnya, berinisial S dan A pada medio 2016 silam.

Penggerebekan sindikat sabu skala besar itu diungkapkan Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Tri Agus Heru di Semarang, Selasa kemarin. Ia mengatakan Amirul Huda, warga binaan LP Sragen diringkus setelah sebelumnya dua kaki tangannya ditangkap lebih dulu.

Menurut dia, pengungkapan itu bermula ketika petugas menangkap dua kurir narkotika jenis sabu-sabu saat mengambil barang haram itu di depan Rumah Sakit Sultan Agung Semarang di Jalan Kaligawe Semarang.

“Ada informasi tentang transaksi yang akan dilakukan di Jalan Kaligawe. Petugas kemudian melakukan pengintaian,” katanya.

Dua kurir berinisial AY dan MF tersebut sempat membuang barang bukti sabu ke sungai sebelum akhirnya berhasil ditemukan petugas. Dalam penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 25 gram. Dalam pengembangannya, petugas menemukan sabu seberat 275 gram di rumah kontrakan MF.

“Total ada 300 gram yang didapatkan,” katanya.

Dari pengakuan kedua kurir itu diketahui bisnis sabu tersebut dikendalikan oleh napi di LP Sragen. Petugas yang berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM kemudian menangkap napi yang sedang menjalani enam tahun masa hukuman itu beserta barang bukti telepon seluler yang diduga digunakan untuk mengendalikan bisnisnya.

Para tersangka selanjutnya dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika. Terpisah, Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kasat Narkoba AKP Joko Satriyo Utomo membenarkan adanya kabar tersebut.

“Informasi yang saya dapat dari BNNP memang ada penangkapan tersangka pengedar sabu yang dikendalikan oleh napi di LP Sragen. Tapi pastinya, kami tidak mau merusak rencana pengembangan yang akan dilakukan BNNP karena locus delicti penangkapan tersangkanya memang di Semarang,” paparnya dihubungi kemarin.

Meski demikian, terkait sindikat yang pengendalinya ternyata seorang napi yang menghuni LP Sragen, pihaknya siap untuk membackup apabila sewaktu-waktu diminta bantuan atau koordinasi dari BNNP.

Di sisi lain, pengungkapan sindikat besar yang melibatkan Amirul Huda itu kian menguatkan reputasi Amirul sebagai salah satu bandar besar yan mengatur peredaran sabu di Jateng. Amirul yang baru enam bulan menjalani hukuman di LP Sragen, sempat lolos dari hukuman mati dan hanya divonis enam tahun penjara oleh Pengadilan negeri (PN) Sragen beberapa bulan lalu.

Berdasarkan catatan Joglosemar, Amirul dijerat perkara kepemilikan sabu seberat 48 gram pada penangkapan tahun 2016. Kejari Sragen, Herrus Batubara melalui Kasie Pidana Umum, Dananjaya Widiharsono mengungkapkan bandar sabu itu divonis enam tahun dan denda Rp 600 juta subsider enam bulan kurungan. (Wardoyo/Antara)