JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Bupati Karanganyar Minta Warga Laporkan Penjual Rokok Bodong

Bupati Karanganyar Minta Warga Laporkan Penjual Rokok Bodong

18
BAGIKAN
Rokok bodong yang ditemukan di Kabupaten Sukoharjo, Rabu (8/4/2015) | Dok

KARANGANYAR—Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta masyarakat untuk berperan aktif membantu mengawasi peredaran rokok ilegal.

Selain peredarannya masih marak, kehadiran rokok yang biasa disebut rokok bodong itu dinilai bisa merugikan negara, karena tidak membayar pajak cukai.

Hal itu dilontarkan Yuli saat melakukan sosialisasi pengguna dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) di Gedung Pandusita Pabrik Gula Sondokoro, Tasikmadu, Karanganyar, Rabu (23/8/2017).

Di hadapan aparat kecamatan, perangkat desa, pedagang, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, ia mengingatkan saat ini masih banyak peredaran rokok ilegal di wilayah Karanganyar.

Menurutnya, peredaran rokok bodong menjadi perhatian serius Pemkab. Karenanya, masyarakat maupun pedagang diminta turut membantu pemerintah dalam mengawasi rokok-rokok ilegal yang masih dijual di pasaran.

“Kalau ada temuan rokok ilegal segera laporkan ke petugas dalam hal ini Satpol PP, supaya nantinya segera dilakukan penertiban,” seru Yuli.

Lebih lanjut ia menguraikan, langkah proaktif itu juga untuk menjaga kontribusi pajak dan cukai rokok yang saat ini terbilang cukup tinggi diterima Karanganyar.

Untuk cukai seperti di daerah Gondangrejo, Jaten, dan tembakau di Colomadu, Ngargoyoso, Jenawi, menjadi paling menonjol.

Menurutnya, selama ini dana bagi hasil cukai juga nantinya akan kembali lagi ke masyarakat. Ia mengungkapkan, Karanganyar terdapat pabrik rokok karena memang ada tembakau dan cengkeh sehingga Pemkab mendapat pajak tembakau sebesar Rp 14-15 miliar setiap tahunnya.

“Pendapatan pajak rokok fungsinya dikembalikan lagi agar para petani tembakau tetap berkembang, kelompok-kelompok UMKM di sekitar pabrik diberi pembekalan, kegiatan sosialisasi yang dilakukan Satpol PP mengenai peraturan daerah, dan penertiban rokok ilegal,” terang Yuli.

Sementara itu, Kabid Penegakan Perda Dinas Satpol PP Karanganyar, Joko Nugroho menyampaikan, masih banyak ditemukan rokok yang tidak dilekati pita cukai.

Umumnya dijual di warung-warung kecil dan penjual oprokan di pasar tradisional. Penjualan lebih banyak ditemukan di daerah perbatasan, baik antarprovinsi maupun perbatasan dengan kabupaten tetangga.

Wardoyo