Buruh Pecah Batu Ditemukan Tewas di Ladang

Buruh Pecah Batu Ditemukan Tewas di Ladang

649
Joglosemar | Wardoyo
LANGSUNG PINGSAN—Tim Sukarelawan PMI Sragen membantu memberikan penanganan kepada putra Harso (70), yang pingsan melihat bapaknya sudah tewas mendadak saat bekerja memecah batu di Sambirejo, Selasa (8/8).


SRAGEN—
Seorang buruh pecah batu asal Dukuh Panti RT 2, Desa Tawangsari, Kecamatan Kerjo, Karanganyar, Harso (70) ditemukan tewas mendadak di ladang tempatnya bekerja pecah batu di Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Selasa (8/8). Kematian kakek itu tidak hanya mengejutkan rekan sesama buruh, namun juga sempat membuat anak korban pingsan.

Insiden tewasnya korban secara mendadak tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Pagi itu korban diketahui tengah bekerja memecah batu-batu besar bersama beberapa teman buruh lainnya sejak pukul 07.00 WIB.

Baca Juga :  Belasan Peternak Tanon, Sragen Jadi Korban Sindikat Dagang Sapi Kurban. 3 Peternak Dibuang di Jalan, 6 Sapi Dilarikan

Sekitar pukul 09.00 WIB, korban sempat mengeluh sakit kepada adiknya, Ngasiyono (56) yang sama-sama bekerja jadi buruh pecah batu. Korban mengeluh tidak enak badan dan kemudian menepi untuk mengerik sendiri badannya.

Namun, hingga beberapa saat, korban tidak terlihat dan terdengar suaranya. Adiknya pun curiga dan kemudian bergegas mencari kakaknya. Ia pun tersentak ketika mendapati kakaknya sudah terkapar dalam kondisi tidak bernyawa tak jauh dari lokasi tempat kerja pecah batu.

Baca Juga :  Sragen Berduka, Dokter Religius dan Bersahaja, Farid Anshori Tutup Usia. Meninggal Tepat saat Detik-Detik Pembacaan Proklamasi

Ngasiyono yang tidak mengira kakaknya sudah meninggal itu kemudian panik dan meminta pertolongan warga. Tak lama berselang, warga juga melapor ke Polsek terdekat yang ditindaklanjuti dengan melakukan olah TKP. Sementara, jasad korban langsung dievakuasi oleh tim PMI dan Polsek untuk dilakukan visum ke puskesmas.

1
2
BAGIKAN