JOGLOSEMAR.CO Sport Casual B6 Bentangkan Dua Spanduk, Diduga Terkait Perselisihan Antarkelompok Suporter

Casual B6 Bentangkan Dua Spanduk, Diduga Terkait Perselisihan Antarkelompok Suporter

3676
Dua spanduk yang dibentangkan Casual B6 dalam pertandingan Persis Solo melawan Persipur Purwodadi di Stadion Manahan Solo, Minggu (13/8). Foto : Dok

SOLO – Hubungan antarkelompok pendukung Persis Solo belakangan ini dikabarkan sedikit memanas.

Hal ini berujung pada aksi meninggalkan stadion yang dilakukan kelompok Casual B6 saat pertandingan Persis Solo melawan Persipur Purwodadi di Stadion Manahan Solo, Minggu (13/8) sore.

Ada dua spanduk yang dibentangkan para penonton yang ada di tribun timur sisi B6. Spanduk pertama yang berukuran cukup besar bertuliskan “Neng Kene Isine Salah Karo Salah!”.

Lalu spanduk kedua yang berukuran lebih kecil bertuliskan “Terimakasih” serta terdapat dua wajah orang di sisi kanan dan kiri.

Aksi membentangkan spanduk itu juga sempat diperingatkan pihak keamanan maupun panitia pertandingan. Pasalnya, tribun timur memang area steril dari spanduk dukungan, terkecuali spanduk sponsor klub maupun kompetisi.

Saat pihak kepolisian hendak naik ke tribun untuk mengambil dua spanduk tersebut, secara tertib ribuan anggota Casual B6 ini pilih meninggalkan tribun. Sebelum itu, mereka juga menyanyikan lagu Didi Kempot berjudul “Suket Teki”.

Tidak ada konfirmasi atas aksi yang dilakukan Casual B6. Pihak Polresta Surakarta yang diwakili Kabag Ops Polresta Ska, Kompol Joko Arief sempat meminta ribuan anggota Casual B6 itu duduk kembali. Namun karena ajakan itu diindahkan, Kabag Ops kemudian mengimbau agar anggota Casual B6 pulang dengan tertib.

“Kalau mau pulang silakan pulang dengan tertib. Jangan melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu ketertiban,” ucap Kompol Joko Arief melalui pengeras suara.

Dari informasi yang dihimpun Joglosemar, wajah orang yang terpampang dalam spanduk tersebut merupakan korban penyerangan di area Stadion Manahan Solo, 30 Juli lalu.

Tak diketahui pasti kelompok mana yang terlibat dalam bentrok tersebut. Yang pasti, dua orang diduga anggota Casual B6 harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Setelah insiden itu pun, Polresta Surakarta sebenarnya sempat mengumpulkan para suporter, manajemen serta pemain Persis Solo di Rumah Makan Adem Ayem, 2 Agustus lalu.

“Tidak tahu masalah yang melatarbelakangi sampai terjadi dua insiden ini. Semoga segera damai. Kan sama-sama pendukung Persis,” tutur sumber Joglosemar yang enggan disebutkan namanya.

Terpisah, Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan enggan mengomentari aksi bentang spanduk yang dilakukan anggota Casual B6. Dia hanya mengimbau kepada seluruh suporter Persis Solo untuk lebih tertib selama berada di stadion.

“Cintailah klub dengan sepenuh hati, bukan sesuka hati. Karena kalau melakukan kegiatan yang tidak sesuai aturan, klub yang akan dirugikan. Nanti bisa kena sanksi lagi,” ucap Ginda.

Ginda justru berharap permasalahan ini bisa turut diperhatikan manajemen Persis Solo.

“Manajemen bisa mencari benang merahnya. Apakah ada protes, ada sikap atau apa. Mudah-mudahan mereka pulang karena ada kegiatan lain, bukan karena ada protes atau sikap lain,” tukasnya.

Tim Joglosemar

BAGIKAN