JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Cerita Sepak Terjang Mengerikan Napi LP Sragen Yang Kendalikan Sindikat Sabu Besar...

Cerita Sepak Terjang Mengerikan Napi LP Sragen Yang Kendalikan Sindikat Sabu Besar di Jateng

293
BAGIKAN
Ilustrasi

SRAGEN– Pengungkapan sindikat besar yang dikendalikan napi di LP Kelas II A Sragen, Amirul Huda oleh BNN Provinsi Jateng Selasa (29/8/2017) seolah membuka tabir sepak terjang Amirul Huda. Pengakuan dua kurir masing-masing A dan S yang dibekuk dengan 300 gram sabu di Semarang itu seolah kian menguatkan reputasi Amirul sebagai salah satu bandar besar yan mengatur peredaran sabu di Jateng.

Dari catatan Joglosemar, Amirul yang baru enam bulan menjalani hukuman di LP Sragen, sempat lolos dari hukuman mati dan hanya divonis enam tahun penjara oleh Pengadilan negeri (PN) Sragen beberapa bulan lalu.

Kala itu, Amirul dijerat perkara kepemilikan sabu seberat 48 gram pada penangkapan tahun 2016. Kejari Sragen, Herrus Batubara melalui Kasie Pidana Umum, Dananjaya Widiharsono mengungkapkan bandar sabu itu divonis enam tahun dan denda Rp 600 juta subsider enam bulan kurungan.

Amirul ditangkap Polda Jateng berdasarkan hasil pengembangan atas penangkapan dua tersangka warga Semarang berinisial S dan A di Semarang pada medio 2016 silam. Kedua pengedar itu ditangkap saat dalam perjalanan seusai mengambil paketan di kantor pos Semarang yang ternyata di dalamnya berisi sabu seberat 48 gram.

Dari penangkapan S dan A, tim Polda kemudian mencokok Amirul Huda di LP Kelas II A Sragen untuk ditangkap dan dibawa ke Polda Jateng. Saat diamankan, Amirul menghuni blok E di kamar 4 yang merupakan blok napi kasus narkoba.

Selain barang bukti paket sabu, Polda juga menyita sebuah handphone milik Amirul. Handphone itulah yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan jaringan pengedar sabu di luar dan sekaligus mengendalikan peredaran dari dalam LP. (Wardoyo)