JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Cerita Soal Bodi Sapi-sapi Karanganyar Yang Bikin Gemes Tim Lomba Ternak Nasional...

Cerita Soal Bodi Sapi-sapi Karanganyar Yang Bikin Gemes Tim Lomba Ternak Nasional Kementan Pusat

160
BAGIKAN
MAJU NASIONAL- Ketua Tim Verifikasi Kementan saat berdialog dengan
anggota Kelompok Ternak Sapi Tentrem, Karangpandan yang masuk 10 besar
Lomba Tingkat nasional, Selasa (29/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR– Kelompok Ternak Sapi Tentrem, Dukuh Kidangan, Desa Doplang, Karangpandan, Karanganyar dinyatakan masuk 10 besar dalam Lomba Nasional Ternak Sapi, sebagai wakil dari Provinsi Jawa Tengah. Bahkan, keberadaan Poktan peternak sapi itu juga mendapat apresiasi tinggi dari tim verifikasi dari Kementerian Pertanian yang melakukan penilaian, Selasa (29/8/2017).

“Sapi di sini gemuk, sehat dan bulat,” papar Wignyo Sadwoko, pimpinan tim verifikasi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian saat meninjau ternak Poktan itu, kemarin.

Ia mengatakan Poktan Tentrem sebagai juara provinsi, memang sudah diusulkan oleh Provinsi Jateng untuk mengikuti lomba di tingkat nasional. Menurutnya dari 18 provinsi yang mengikuti lomba nasional, dari penilaian proposal yang masuk, tim sudah memutuskan 10 besar nasional, salah satunya Poktan Ternak Tentrem dari Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang mendampingi tim, memamerkan sapi di Poktan Tentrem yang bagus dan dikelola dengan manajemen baik. Ia juga menyampaikan Kabupaten Karanganyar sering menjuarai lomba peternak sapi tingkat Nasional.

Atas keberhasilan itu, Bupati juga menawarkan bantuan sapi perah kepada petani ternak untuk dikembangkan. Selain itu susu yang dihasilkan akan dibeli Pemerintah Kabupaten Karanganyar, yang nantinya diminumkan untuk anak PAUD dan SD.

“Nanti anak-anak itu semakin cerdas, pertumbuhan juga semakin baik. Membangun kecerdasan anak itu dimulai dari kecil,” katanya.

Sementara, Ketua Kelompok Tani Tentrem Sukasno memaparkan kelompoknya mulai berdiri di tahun 2009 dan mengembangkan jenis sapi Simental dan limousin. Dari tahun ke tahun jumlah sapi terus meningkat. “Untuk tahun 2017 ini sudah 122 ekor. Terdiri dari betina 64 ekor dan jantan 58 ekor,” katanya.

Sedangkan untuk penanganan limbah kotoran, pihaknya diolah menjadi pupuk organik yang dikelola oleh kelompok. Kelompoknya juga mengembangkan budidaya cacing, sehingga kotoran itu untuk makanan.Komposnya dimanfaatkan dan sebagian dijual ke Gapoktan untuk pertanian. (Wardoyo)