Cuaca Diprediksi Ekstrim, Bupati Karanganyar Ingatkan Calhaj Tak Boleh Minum Ini

Cuaca Diprediksi Ekstrim, Bupati Karanganyar Ingatkan Calhaj Tak Boleh Minum Ini

50
LEPAS CALHAJ- BUpati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan salam
dalam pelepasan Calhaj Kloter 21 asal Karanganyar, Rabu (2/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR- Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengingatkan kepada calon jemaah haji (Calhaj) Bumi Intanpari untuk menghindari konsumsi es saat berada di tanah suci nanti. KOndisi cuaca yang diprediksi akan terjadi ekstrim saat musim haji ini, menjadi alasan orang nomor satu di jajaran Pemkab Karanganyar itu untuk menyampaikan larangan itu.

Pesan itu dilontarkan Yuli saat mengantarkan keberangkatan calhaj
Karanganyar Kloter pertama di Donohudan, Rabu (2/8/2017). Ia mengatakan berdasarkan perkiraan, cuaca di tanah suci nantinya akan mengalami cuaca panas secara ekstrim. Sehingga Calhaj lebih disarankan untuk memperbanyak konsumsi air putih namun menghindari konsumsi es.

“Cuacane mangke agak panas. Sing katah ngunjuk air putih hangat.
Jangan sekali-sekali minum es. Minum es bikin lelah dan mengantuk.
Harus hangat terus. Minum yang banyak. Enggak usah khawatir kebelet
pipis. Yang penting sehat,” paparnya.

Baca Juga :  Eksekutif Akui Masih Ada Kekurangan KUA-PPAS

Yuli juga berharap seluruh jemaah calhaj berangkat dan kembali dalam
keadaan sehat dan komplet. Ia mengingatkan agar para Calhaj menjaga
kerukukan, tenang dalam beribadah dan menghindari pikiran negative
selama di tanah suci.

“Nanti malam istirahat. Persiapan dan tenang. Sing penting senang dan
semangat ibadah. Enggak usah kemrungsung. Itu godaan ibadah haji.
Pikiran positif, guyup rukun,” jelasnya.

Sementara, sebanyak lima jemaah calon haji (calhaj) kloter 21 yang
berangkat kemarin terpaksa harus menggunakan kursi roda karena kondisi kesehatan. Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar, Museri, menyampaikan meski memakai kursi roda, mereka dipastikan bisa berangkat.

Baca Juga :  Diduga Cabuli Empat Siswanya, Guru Berstatus PNS di Karanganyar Ini Terancam Dipecat

“Kloter 21 yang pakai kursi roda lima orang. Kondisi jemaah dipantau
di Donohudan. Kalau kloter lain belum bisa diidentifikasi berapa yang
pakai kursi roda. Saat di Donohudan akan dicek lagi,” kata Museri.

Salah satu jemaah calhaj dari Kerjo, Rakiman (70) menggunakan kursi
roda karena saraf kakinya terjepit. Rakiman berangkat ke tanah suci
bersama istrinya, Sutarni, 65. Dia mengaku sehat dan tidak menggunakan kursi roda sebelum berangkat ke tanah suci.

“Harus pakai kursi roda. Kalau di rumah jalan normal,” tutur jemaah calhaj pada kelompok 7 itu. Wardoyo

BAGIKAN