JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Curhat Kecewanya Bupati Sragen Gara-gara Gagal Pertahankan Penghargaan KLA

Curhat Kecewanya Bupati Sragen Gara-gara Gagal Pertahankan Penghargaan KLA

1118
BAGIKAN
Joglosemar | Wardoyo
Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Wakilnya, Dedy Endriyatno saat bersantai, beberapa waktu lalu.

SRAGEN– Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah mengetahui Kabupaten Sragen gagal mendapat kembali penghargaan Kota Layak Anak (KLA) tahun 2017 ini. Ia pun meminta kepala dinas yang terlibat segera berbenah untuk mengejar kembali penghargaan yang pernah diraih Sragen pada 2015 itu.

Kekecewaan bupati disampaikan saat ditanya wartawan perihal penghargaan KLA yang tahun ini gagal mendarat di Sragen tersebut. Ia mengaku sangat sedih bahkan malu ketika semua kabupaten/kota sudah menuju ke KLA, justru Sragen yang pernah mendapatkan, malah gagal.

“Sangat menyedihkan sekali. Malu saya. Semua kabupaten kota sudah menuju ke sana (KLA), lha kok kita malah lepas,” ujarnya ditemui di Kantor Dispendukcatpil Jumat (25/8/2017).

Menurutnya, kegagalan itu jelas merupakan penurunan prestasi. Namun ia memandang bahwa memang ada beberapa faktor yang membuat penghargaan KLA gagal kembali ke Sragen. Ia menilai masih tingginya angka pernikahan dini di Sragen, menjadi hal yang disorot saat penilaian.

Kemudian kurangnya greget dari beberapa satker yang terlibat dalam penilaian KLA, juga diakui turut berperan atas lepasnya penghargaan itu. Menurutnya greget untuk bersinergi dan mengejar penghargaan itu dinilai masih kurang.

“Kemarin itu bentuk penilaiannya ada survei. Ada kuisener yang harus diisi. Nah, pengisian kuisener itu yang ora semangat banget gitu. Gregetnya kurang,” urainya.

Meski demikian, ia tidak ingin kegagalan itu terus dirapati berlarut-larut. Sebaliknya ia berharap kegagalan itu menjadi pembelajaran bagi semua dinas terkait untuk lebih meningkatkan kinerja dan semangat agar kegagalan serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

“Saya enggak mau tahu, tahun depan harus dapat lagi. Harus, Senin besok saya minta dilakukan Focus Grup Discussion (FGD), semua dinas yang terlibat . Karena itu nggak mungkin hanya satu dinas yang ngampu. Harus berkolaborasi, Kesbangpolinmas juga terlibat,” jelasnya. (Wardoyo)