JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Dana Desa Rawan, Bupati Minta Kades Tak Mark-Up Anggaran

Dana Desa Rawan, Bupati Minta Kades Tak Mark-Up Anggaran

109
BAGIKAN
ilustrasi

KARANGANYAR– Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengingatkan semua kepala desa (kades) di Bumi Intanpari untuk berhati-hati dalam mengelola dana desa (DD) yang diterimanya. Orang nomor satu di jajaran Pemkab Karanganyar itu juga berpesan agar Kades menghindari segala bentuk penyimpangan dalam mengelola DD.

Pesan itu disampaikan bupati di hadapan para Kades yang menghadiri sosialisasi pengelolaan dana desa oleh Kejari di Ruang paripurna DPRD, dua hari lalu. Di hadapan para camat dan semua Kades, Yuli berharap pengelolaan DD dilakukan secara cermat dan sesuai dengan aturan.

“Hati-hati dalam mengelola dana desa. Hindari kegiatan fiktif, mark up dan penyelewengan,” paparnya.

Bupati dari partai Golkar itu juga meminta kepada Kades untuk tak segan berkoordinasi maupun berkonsultasi dengan Kejari. Terlebih saat ini sudah dibentuk Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4) oleh Kejari yang siap memberikan pendampingan.

“Jangkan sungkan tanya kepada Kejaksaan, saya sudah berpesan kepada bapak Kajari untuk pendampingan ke desa-desa”, terang Yuli.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi digelarnya sosialisasi itu. Ia memandang DD yang sudah bergulir saat ini mempunyai Multifier effect (manfaat) yang luar biasa bagi pengembangan desa. Lewat pergerakan dana desa, ekonomi desa menjadi semakin baik karena uang bergerak di desa sehingga meningkatkan daya beli masyarakat di desa tersebut.

Ia berharap kucuran DD bisa dimanfaatkan memaksimalkan potensi Industri, Pertanian, dan Pariwisata (INTANPARI) di beberapa kecamatan seperti Ngargoyoso, Kecamatan Tawangmangu, Kecamatan Jenawi, dan Kecamatan Jatiyoso.

Karanganyar yang memiliki sumber daya alam yang melimpah terbukti mendatangkan banyak prestasi, seperti kemarin lomba desa, Desa Karanglo Tawangmangu mendapatkan juara 2 nasional tahun 2017.

Kajari Karanganyar, I Dewa Gede Wirajaya menyampaikan tujuan dilakukannya sosialisasi ini untuk memberikan pengertian dan pembelajaran terhadap kepada desa dalam mengelola keuangan dana desa. Sehingga tidak terjadi penyelewengan atau penyalahgunaan dana desa. TP4D juga sudah siap memberikan pendampingan yang dilakukan diawali dari proses perencanaan kegiatan sampai dengan pelaksanaan secara gratis. Wardoyo