JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Detik-Detik Kedahsyatan Kobaran Api Menghancurkan 5 Rumah Warga di Karungan, Plupuh, Sragen

Detik-Detik Kedahsyatan Kobaran Api Menghancurkan 5 Rumah Warga di Karungan, Plupuh, Sragen

2641
BAGIKAN
Dahsyatnya kobaran api saat melahap rumah Pak Ketua RT Desa Karungan, Plupuh dan dua rumah warga di sebelahnya, Selasa (1/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Musibah kebakaran hebat melanda lima rumah milik tiga warga di Dukuh Karungan RT 6, Desa Karungan, Plupuh, Selasa (1/8/2017) siang. Diduga hanya gara-gara memanasi sayur dan lupa mematikan kompor, akhirnya memicu tabung elpiji meledak dan meluluhlantakkan lima rumah dalam satu deretan tersebut.

Lima rumah itu masing-masing tiga rumah milik Pak Ketua RT 6, Dirjo Sutomo, sedangkan dua lainnya milik Suryono (40) dan milik Sugiyono (45), yang masing-masing tinggal bersebelahan dengan rumah Pak Ketua RT.

Informasi yang dihimpun di lapangan, musibah kebakaran itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Menurut sejumlah warga, api pertama kali muncul dari arah dapur rumah Pak Ketua RT. Api diketahui oleh sejumlah warga yang tengah bekerja bhakti tak jauh dari rumah Pak RT.

Kades Karungan, Joko Sunarso menguraikan usai membakar dapur, api kemudian melahap tiga bangunan rumah limasan milik Pak RT yang masing-masing berukuran 8 x 12 meter. Konstruksi rumah yang mayoritas berbahan kayu membuat api semakin tak bisa dikendalikan.

Kobaran api juga tanpa ampun turut melahap dua rumah disebelahnya masing-masing milik Suryono (40) yang berukuran 8 x 12 meter dan rumah Sugiyono (45) ukuran 8 x 12. Tidak ada harta atau barang yang bisa diselamatkan dari kelima rumah itu.

Hanya sekarung gabah yang bisa diselamatkan warga dari dalam rumah Pak RT. Untuk menghindari api merembet ke banyak rumah, dua rumah milik Suryono dan Sugiyono terpaksa dirobohkan ketika sudah separuh terbakar. Ia belum bisa memastikan penyebab api, namun yang jelas warga melihat api pertama kali dari dapur rumah Pak RT.

“Kebetulan yang dua rumah Suryono (40) dan milik Sugiyono (45) itu sangat dekat hanya gathuk gendeng dan juga sudah terbakar separuhnya. Sehingga tadi oleh warga terpaksa dirobohkan agar nggak merambat ke rumah dekatnya lagi. Kemungkinan penyebabnya kompor lupa dimatikan sehingga api membakar selang regulator dan membuat tabung gas elpijinya meledak,” tuturnya.

Camat Plupuh, Sumarno yang langsung terjun melakukan pengecekan, api muncul dari ledakan kompor yang ada di dapur Pak Ketua RT. Berdasarkan keterangan korban, api berasal dari kompor yang lupa dimatikan saat dipakai untuk menghangatkan sayur.

“Ceritanya tadi anaknya itu ngenget jangan (menghangatkan sayur). Setelah kompor dinyalakan, lupa dimatikan dan langsung ditinggal ke sawah. Tahu-tahu warga sudah dikejutkan api yang berkobar dari arah dapur Pak Ketua RT. Lalu membesar membakar tiga rumahnya dan dua rumah di sebelahnya. Karena nggak bisa dipadamkan akhirnya ada warga yang menghubungi pemadam kebakaran,” paparnya.

Tiga mobil pemadam kebakaran yang datang juga hanya bisa melokalisir sisa api agar tidak merembet ke permukiman lainnya. Api baru bisa dipadamkan selang dua jam setelah semua rumah berikut isinya hancur rata tanah.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi mengatakan berdasarkan laporan dari hasil pendataan, musibah kebakaran lima rumah itu tidak menimbulkan korban jiwa. Akan tetapi kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 300 juta. Rinciannya tiga rumah beserta isinya milik Pak Ketua RT 200 juta, kemudian dua rumah tetangganya masing-masing kerugian Rp 50 juta.
Wardoyo