JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Dewan Soroti Ada Pegawai RSUD Sragen Bersikap Tak Ramah

Dewan Soroti Ada Pegawai RSUD Sragen Bersikap Tak Ramah

389
BAGIKAN
ilustrasi

SRAGEN—DPRD Sragen mengaku prihatin dengan masih adanya keluhan dan laporan soal pegawai di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen yang bersikap tidak ramah dan judes dalam melayani pasien.

Keluhan itu salah satunya mencuat ketika ada pasien tidak mampu yang mendadak menjadi perbincangan setelah mengaku mendapat kalimat bernada keras dari petugas administrasi di Bangsal Melati Kelas III.

Sorotan itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto, Senin (7/8/2017). Ia mengaku sedikit kecewa dengan masih adanya petugas di RSUD yang bersikap tidak ramah kepada pasien, apalagi pasien tidak mampu.

Hal itu diketahui dari pasien miskin asal Desa Glonggong, Kecamatan Gondang atas nama Marinem yang dirawat akibat terkena paku pada Sabtu (5/8/2017) lalu.

“Ceritanya Mbah Marinem itu orang miskin, sudah tua, dan memang nggak tahu apa-apa. Kemarin setelah melihat kondisinya agak bahaya, langsung saya antar ke RSUD, saya daftarkan untuk rawat inap. Dia punya kartu JPS dan Jamkesmas. Saat itu semua persyaratan sudah lengkap, tapi setelah saya pulang ternyata dibel lagi, katanya petugasnya bilang syaratnya kurang. Dia juga bilang agak keras pokoke nggak peduli siapa itu Pak Pur dewan,” ujarnya saat mengklarifikasi hal itu ke RSUD.

Menurutnya, bukan namanya yang disebut dengan nada seolah diacuhkan itu yang membuatnya kesal. Akan tetapi, perkataan dengan nada keras dan sikap tak ramah yang dilontarkan petugas berinisial NY kepada pasien itulah yang dinilai bertolak belakang dengan slogan RSUD selama ini.

Padahal, setelah dicek kembali, seluruh berkas persyaratan termasuk kartu Jamkesmas yang bersangkutan sudah lengkap. Ketua Fraksi PKB Faturrohman berharap kepada manajemen RSUD untuk lebih konsisten membenahi pelayanan, terutama sikap petugas dan semua pegawai agar lebih ramah terhadap pengunjung.

“Mau ditingkatkan pelayanan itu omong kosong, wong faktanya petugasnya masih judes begitu. Apalagi sama orang miskin, kan seperti menyepelekan pasien miskin,” timpal Bambang Widjo.

Terpisah, Kabid Pelayanan RSUD Sragen, Sri Herawati mewakili Plt Dirut Didik Haryanto menyampaikan, kemarin pihaknya bersama Wadir sudah mengonfirmasi ke bangsal. Insiden kejudesan itu, menurutnya, hanya persoalan miss komunikasi saja.

“Sudah kami beri motivasi untuk melayani pasien dengan sepenuh hati. Tutur sapa yang ramah serta menangani masalah dengan bijak, sehingga tidak mengecewakan pasien,” tuturnya.

Wardoyo