JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Diduga Terkait dengan Sabotase Proyek, Jembatan Mondokan Dibakar, Lalu Lintas Tersendat

Diduga Terkait dengan Sabotase Proyek, Jembatan Mondokan Dibakar, Lalu Lintas Tersendat

490
BAGIKAN
Joglosemar | Wardoyo
EVAKUASI API—Sejumlah pekerja dan aparat Polsek Mondokan berusaha memadamkan api yang membakar jembatan darurat di Jekani, Mondokan, Sragen, Senin (28/8) dini hari.


SRAGEN—
Jembatan darurat yang dibuat di samping proyek Jembatan Jekani, Mondokan diketahui terbakar hebat, Senin (28/8) dini hari pukul 02.00 WIB. Diduga kuat, jembatan sementara berukuran panjang 40 meter lebar 1,5 meter yang terbuat dari bambu itu sengaja dibakar oleh oknum tak bertanggung jawab.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, jembatan sempat terputus sepanjang hampir 3 meter di bagian tengah. Akibatnya, arus lalu lintas warga dari Kecamatan Mondokan-Tanon dan sebaliknya, terputus dan ditutup sementara.

Kabar yang beredar, aksi pembakaran jembatan tersebut disebut-sebut terkait dengan upaya sabotase pelaksanaan proyek Jembatan Jekani beranggaran Rp 2,1 miliar yang saat ini tengah dikerjakan oleh PT Mitra Mandiri, Sragen.

Informasi yang dihimpun, kebakaran diketahui pertama kali oleh pekerja proyek yang kebetulan tidur di dekat proyek jembatan penghubung antarkecamatan di wilayah Jekani-Kedawung, Mondokan tersebut. Pelaksana PT Mitra Mandiri, Aris Budiyanto (40) menuturkan, insiden kebakaran diketahuinya pertama kali dari pesan singkat salah satu pekerja proyek.

Mendapat pesan itu, ia langsung mengecek ke lokasi dan melaporkannya ke Polsek Mondokan. Ia juga menduga bahwa ada oknum yang sengaja membakarnya. “Kelihatannya memang sengaja dibakar. Karena jam 00.30 WIB itu masih ada penjual nasi goreng yang lewat dan belum ada apa-apa. Tahu-tahu jam 02.00 WIB saya di-SMS tenaga saya (pekerja) kalau jembatane diobong uwong,” kata Aris.

Keyakinannya diperkuat dengan kondisi api yang muncul di bagian tengah jembatan, bukan dari tepian. Beruntung, pekerja yang ada di lokasi langsung sigap bertindak dibantu dua unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Meski sempat berkobar hebat, api berhasil dijinakkan sehingga tak sampai merembet ke permukiman warga dan bengkel yang tepat berada di ujung utara jembatan.

Soal dugaan adanya sabotase terhadap proyek jembatan yang dikerjakannya, Aris tidak mau berspekulasi. Hanya saja, ia merasa bahwa selama ini dirinya sebenarnya tidak ada masalah dengan lingkungan maupun aparat yang ada di wilayah tersebut.

“Sebelum masuk kerja di sini, saya sudah koordinasi dengan Polsek, kelurahan, Dishub, dan lingkungan juga. Dan mestinya juga maklum, namanya jembatan darurat, kalau toh ada rusak-rusak ya wajar dan langsung kita perbaiki. Saya bahkan masang dua tenaga khusus hanya untuk memperbaiki jembatan darurat itu Mas. Begitu ada rusak, langsung dibenahi,” tuturnya.

Ia memastikan siang kemarin, jembatan yang putus sudah diperbaiki. Pihaknya juga sudah meminta izin kepada Polsek apabila sudah selesai, garis polisi yang dipasang boleh dilepas dan jembatan darurat bisa dibuka kembali. Namun untuk pertimbangan keselamatan, dari Polsek menyarankan pembukaan jembatan dilakukan setelah perbaikan benar-benar selesai.

Terpisah, Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Mondokan, AKP Kabar Bandiyanto mengatakan, saat ini kasus terbakarnya jembatan itu masih dalam penyelidikan. # Wardoyo

EVAKUASI API—Sejumlah pekerja dan aparat Polsek Mondokan berusaha memadamkan api yang membakar jembatan darurat di Jekani, Mondokan, Sragen, Senin (28/8) dini hari.