JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Diduga Terlibat Cinta Terlarang, Anak Janda di Sragen Nekat Labrak Juragan Dengan...

Diduga Terlibat Cinta Terlarang, Anak Janda di Sragen Nekat Labrak Juragan Dengan Parang

1397
BAGIKAN
ilustrasi

SRAGEN– Warga Dukuh Sendang Karang, Desa Genengduwur, Gemolong digemparkan dengan aksi nekat seorang pemuda, NH (29) yang terlibat perkelahian dengan tetangga paruh baya berinisial SN (55) di Dukuh Sendang Karang RT 8. NH yang kalap dilaporkan mendadak melabrak SN ke rumahnya sembari membawa parang dan mengancam SN.

Beruntung, berkat kesigapan warga dan Ketua RT setempat, SN lolos dari serangan berdarah NH yang hendak menyerang menggunakan parang. Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti aksi nekat NH melabrak dan hendak membacok SN yang dikenal sebagai juragan sound sistem itu.

Namun kabar yang berembus di kalangan warga, aksi tersebut diduga ada benang merah dengan rumor asmara senja yang terjadi antara SN dengan SWY, ibu SH yang diketahui berstatus janda. Data yang dihimpun Joglosemar, aksi perkelahian dengan parang itu terjadi Sabtu (19/8/2017) pukul 16.30 WIB.

Menurut sejumlah warga, tidak ada yang mengetahui persis ihwal kejadian. Warga hanya kaget setelah mendengar teriakan dan keributan di rumah SN yang berdomisili di RT 8. Menurut Ketua RT 8, Sarmidi, saat dirinya datang ia sudah mendapati NH mengacung-acungkan parang
dan terlibat perkelahian dengan SN.

“Saya enggak tahu awalnya bagaimana. Tahu-tahu saya dengar ada perkelahian di rumah Pak SN. Tapi belum sempat terjadi pembacokan. Saya langsung berinisiatif menengahi dan 10 menit kemudian dari Polsek datang dan dibawa ke Polsek. Kelihatannya sudah dirampungi di Polsek,” paparnya kepada Joglosemar, Minggu (20/8/2017).

Aksi percobaan pembacokan dengan parang itu langsung menyebar ke seisi desa. Rumor yang beredar di kalangan warga, aksi nekat NH disebut-sebut ada keterkaitan dengan kabar kedekatan hubungan SN dengan ibunya yang kebetulan janda. Soal kabar ini, Sarmidi mengaku tidak tahu menahu.

Terpisah, Kapolsek Gemolong, AKP Supadi membenarkan adanya insiden itu. Menurutnya, berdasarkan hasil interogasi petugasnya, aksi nekat SN yang melabrak dengan membawa parang itu, disebut memang terkait dengan dugaan hubungan khusus antara ibunya dengan SN.

“Kalau enggak salah, kelihatannya dia (SN) inginnya ibunya dinikahi begitu. Tapi sudah dirampungi dan diselesaikan kekeluargaan kok,” tukasnya. Wardoyo