JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Digerebek Pesta Sabu, 2 Kanit dan Sipir LP Sragen Hanya Akan...

Digerebek Pesta Sabu, 2 Kanit dan Sipir LP Sragen Hanya Akan Jalani 4 Bulan Penjara

1078
BAGIKAN
POSITIF NARKOBA—Hasil tes urine dua Kanit dan sipir LP Sragen yang menunjukkan hasil positif narkoba, ketika diperiksa sesaat setelah mereka digerebek berpesta sabu di gedung bekas kantor PBB BPPKAD Sragen, awal Mei silam. Foto : Wardoyo

SRAGEN– Kasus pesta sabu yang menggemparkan dunia kepolisian dan LP Sragen karena melibatkan dua Kanit dan satu sipir awal Mei silam, berakhir antiklimaks. Seperti diprediksi banyak pihak, ketiga aparat abdi negara itu akhirnya memang hanya divonis ringan kurang dari satu tahun.

Tidak hanya itu, Kanit Reskrim Sambirejo, Aiptu SUJ (53) dan Kanit
Intel Tangen, Aiptu JOK alias Tindik (44) serta pegawai LP Sragen, AGP (54) itu juga dipastikan hanya akan merasakan dinginnya hotel prodeo selama empat bulan saja. Pasalnya mereka mendapatkan bonus rehabilitasi selama enam bulan.

Kepastian itu mengemuka dari hasil persidangan terakhir perkara tersebut yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Sragen, akhir pekan lalu. Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Sami itu, majelis menjatuhkan putusan 10 bulan penjara enam bulan menjalani masa rehab kepada ketiganya.

Putusan itu disampaikan Kajari Sragen, Herrus Batubara melalui Kasie Pidana Umum, Dananjaya Widi Harsono. Kepada Joglosemar Minggu (13/8/2017), ia mengungkapkan putusan itu dijatuhkan berdasarkan pertimbangan bahwa ketiganya terbukti memiliki, menguasai dan menggunakan narkoba seperti diatur dalam pasal 127 UU Narkotika.

Menurutnya, dalam amar putusannya, majelis menilai ketiga aparat itu hanya terbukti memiliki dan menggunakan sabu yang digunakan untuk pesta bersama salah satu PNS di Bidang PBB DPPKAD, SMUL. Meski banyak kabar beredar bahwa satu dari dua Kanit yang tertangkap, juga diyakini sebagai pengedar, majelis menilai bahwa Kanit yang bersangkutan
dinilai tidak bisa dibuktikan sebagai pengedar maupun bandar.

“Vonis 10 bulan enam bulan rehab itu artinya nanti ketiganya hanya akan menjalani penjara selama empat bulan. : Enam bulan sisanya merekan menjalani rehabilitasi,” paparnya.

Danan menguraikan putusan itu sama persis dengan tuntutan jaksa. Mendengar putusan itu, ketiga terdakwa sama-sama mengajukan pikir-pikir. Melihat ketiganya pikir-pikir, jaksa juga menyatakan pikir-pikir.

Di sisi lain, saat ini jaksa masih menunggu upaya kepolisian untuk mengejar satu tersangka lain berstatus PNS, yakni SMUL yang hingga kini masih buron. Menurut Danan, SMUL sebenarnya menjadi saksi kunci karena berdasarkan pengakun ketiga terdakwa, paket sabu yang digunakan pesta malam itu, mereka akukan diperoleh dari SMUL.

Terpisah, Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kasat Narkoba, AKP Joko Satriyo Utomo menyampaikan saat ini pihaknya masih mengupayakan pengejaran dan pelacakan keberadaan SMUL. “Masih terus kita kejar. Sampai kapan pun sampai tertangkap,” jelasnya. (Wardoyo)