Digerebek Saat Pesta Ciu dan Pil Koplo, 2 Pelajar di Sragen...

Digerebek Saat Pesta Ciu dan Pil Koplo, 2 Pelajar di Sragen Malah Nekat Hendak Menabrak Petugas Satpol PP

8216

Petugas Satpol PP Sragen saat memberikan pembinaan kepada 20 pelajar SMK yang kedapatan mbolos dan dua diantaranya pesta ciu serta hendak menabrak petugas, Selasa (1/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Giat razia pelajar yang digelar Selasa (1/8/2017) oleh tim Satpol PP Sragen, menyisakan cerita memprihatinkan. Tidak hanya nekat keluyuran membolos saat jam
pelajaran, dua pelajar dari 20 yang terjaring, ternyata juga dipergoki nekat mengkonsumsi miras dan pil koplo dengan masih berpakaian seragam sekolah.

Ironisnya, saat digerebek oleh tim dari Satpol PP sekitar pukul 10.00 WIB, pelajar yang kedapatan pesta miras dan koplo itu malah nekat hendak melawan dengan berupaya menabrak petugas. Meski mencoba melawan, dua pelajar dari SMK swasta itu akhirnya berhasil dilumpuhkan untuk digelandang ke Satpol PP.

“Tadi ada dua pelajar laki-laki yang mulutnya bau ciu dan mendem (mabuk) di dekat GOR Diponegoro. Mereka juga ngoplo. Waktu kami datangi, mereka malah nggleyer motor dan melawan mau menabrak anggota kami. Untung saja bisa menghindar, kalau enggak pasti anggota kami kena tabrak. Sudah kita amankan di ruangan atas,” ujar Kabid Ketentraman Ketertiban dan Linmas Dinas Satpol PP Sragen, Sugeng Priyono di sela memberikan pembinaan kepada 20 pelajar yang tertangkap.

Baca Juga :  Usai Ringkus Jaringan Perampok Sadis, Polres Sragen Bongkar Penadah Truk Rampokan. Sindikatnya Bikin Geleng Kepala

Aksi nekat kedua pelajar itu juga memantik kegeraman dari tim Satpol PP. Bahkan Sugeng mengaku berterimakasih atas kehadiran wartawan yang mengabadikan para pelajar dan proses pembinaan yang diberikan.

“Mungkin kalian tadi berdoa agar tidak ada wartawan, tapi ternyata di sini ada wartawan. Dan saya berterimakasih dengan Mas-Mas wartawan ini. Dengan besok diblow up akan jadi sanksi moral bagi kalian. Sehingga bisa jera dan nggak mengulangi lagi,” tegas Sugeng.

Selain dua pelajar yang pesta ciu dan pil koplo, tim juga mengamankan 18 pelajar lainnya yang kedapatan keluyuran di jam efektif serta 3 gelandangan dan pengemis.

Mereka tertangkap saat nongkrong dan bermain di sejumlah titik seperti di Pasar Bunder, Belakang SMPN 2 Sidoharjo, GOR, dan di arena bermain atau PS di depan Apotek Budi Sehat.

Baca Juga :  Operasi Besar-besaran di LP Sragen, Empat Napi Positif Narkoba, Dua Kamar dan WC Ditemukan HP

Setelah didata dan membuat surat pernyataan, semua pelajar bengal itu
kemudian diberi sanksi menyanyikan lagu nasional hingga melafalkan teks pancasila. Sedangkan dua pelajar yang tertangkap mabuk dan pesta koplo dipisahkan dari rombongan dan diamankan secara terpisah.

Keduanya diberi sanksi pembinaan lebih berat karena perbuatannya yang tidak hanya membolos, namun juga mengkonsumsi miras maupun pil koplo.

Kepala Dinas Satpol PP Sragen, Tasripin menegaskan operasi terhadap pelajar itu sebenarnya rutin digelar dalam rangka mencegah adanya pelajar mbolos dan hal-hal negatif. Sebagai bentuk sanksi, orangtua siswa dan pihak sekolah dipanggil untuk diberikan pengarahan dan pembinaan di hadapan anak mereka.

“Minimal biar ada efek jera. Kasihan orangtua mbiayai susah payah, malah anaknya pada mbolos,” tukasnya Wardoyo

BAGIKAN