Dijadikan Percontohan Kartu Identitas Anak, Sragen Digelontor 42.777 Kartu

Dijadikan Percontohan Kartu Identitas Anak, Sragen Digelontor 42.777 Kartu

348
Joglosemar |Wardoyo
KARTU IDENTITAS ANAK- Kepala Diapendukcatpil Sragen, Haryanto Wahyu L Wiyanto saat menunjukkan contoh Kartu Identitas Anak (KIA) yang menjadikan Sragen sebagai salah satu percontohan nasional.

SRAGEN– Setelah mendapat apresiasi nasional lewat berbagai inovasi pelayanan, pemerintah pusat melalui Dirjen Kemendagri kembali menaruh kepercayaan Pemkab Sragen lewat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcatpil). Bersama 49 kabupaten/kota terpilih se-Indonesia, Sragen ditunjuk menjadi percontohan program pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) 2017.

Hal itu diungkapkan Kepala Dispendukcatpil Sragen, Harynto Wahyu L Wiyanto, Minggu (13/8). Menurutnya Kemendagri telah menunjuk Sragen bersama Sukoharjo dan 48 daerah se-Indonesia lainnya untuk menjadi proyek percontohan program KIA. Sebagai wujud kepercayaan itu, Sragen digelontor 42.777 blangko KIA yang dalam waktu dekat akan segera diluncurkan pelayanannya.

KIA merupakan kartu identitas yang fungsinya sama sebagai bukti identitas anak mulai dari usia 0 hingga 17 tahun minus satu hari. Kartu yang berfungsi sama dengan Kartu tanda Penduduk (KTP) bagi orang dewasa itu nantinya akan menjadi wajib bagi semua anak dalam rentang usia hingga 17 minus satu.

Baca Juga :  Belasan Peternak Tanon, Sragen Jadi Korban Sindikat Dagang Sapi Kurban. 3 Peternak Dibuang di Jalan, 6 Sapi Dilarikan

“Untuk tahap awal ini kita diberi stimulan dari pusat 42.777 kartu. Nanti akan kita mulai luncurkan tanggal 17 Agustus. Sasaran utama kita arahkan ke PAUD dulu,” paparnya didampingi Sekdin, Wahana Wijayanto.

Selain PAUD, sasaran utama untuk penerbitan KIA adalah anak yang mengajukan pengurusan akta kelahiran di Dispendukcatpil. Wahyu menguraikan jumlah blangko stimulan pusat itu memang masih jauh dari jumlah database anak usia 0-17 minus satu di Sragen yang saat ini mencapai 250.000.

Sehingga nantinya, penerbitan KIA akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Pasalnya di luar blangko stimulan awal, nantinya penerbitan selanjutnya menjadi kewajiban daerah.

Baca Juga :  73.675 Penunggak Pajak Kendaraan di Sragen Diburu Door to Door

Wahana Wijayanto menambahkan sampai akhir 2017 ini, pihaknya berupaya mempercepat pencapaian dengan menarget minimal bisa menerbitkan KIA untuk 60.000 anak. Guna menunjang target itu, saat ini pihaknya terus mengintensifkan persiapan termasuk pengadaan mobil layanan keliling yang diwacanakan menggandeng CSR dari Bank Jateng.

“Ini kami juga sedang menggalang dengan pihak ketiga yang nantinya akan menjadi mitra pemberi diskon bagi anak pemegang KIA. Jadi nanti anak yang punya KIA itu akan mendapatkan fasilitas diskon 10 persen apabila mengunjungi otlet toko buku, kolam renang, tempat wisata di Sragen yang sudah menjalin kerjasama dengan KIA itu,” jelasnya. # Wardoyo

BAGIKAN