JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Dinikahi Dengan Mas Kawin Hanya Rp 100.000, Gadis Ini Tak Henti Menangis...

Dinikahi Dengan Mas Kawin Hanya Rp 100.000, Gadis Ini Tak Henti Menangis Saat Ijab Kabul

6985
BAGIKAN
Pasangan pengantin, Abdul Nggoni alias Kempul dan Tri Lestari saat melangsungkan ijab kabul di ruang Pertemuan LP Sragen, Senin (28//8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Rencana memang tak selamanya berujung pada realita. Niat hati memimpikan pernikahan yang membahagiakan, ternyata kenyataan berakhir menyakitkan.

Itulah gambaran yang dialami Tri Lestari (19), warga Kampung Cantel Kulon RT 03, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen. Gadis itu tak kuasa menahan kesedihannya lantaran pernikahan yang dia impikan berlangsung di pelaminan dan digelar dengan pesta meriah hanya menjadi impian belaka.

Dia sama sekali tak menyangka, kalau pernikahan dengan kekasih hatinya, Abdul Nggoni alias Kempul (21), warga Dukuh Mungkung RT 01 Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo terpaksa harus dilangsungkan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen.

Tapi bagaimana pun Tri Lestari harus rela menjalani itu semua. Pasalnya, menjelang hari pernikahan, Abdul Nggoni tersandung masalah hukum. Dia ditangkap polisi lantaran ketahuan mencuri burung jenis love bird di Dukuh Sumberejo, Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo pada bulan Juli lalu. Atas perbuatannya itu kini dia berstatus sebagai tersangka hingga mendekam di Lapas.

Tri Lestari sendiri mengaku, kenal dengan Abdul Nggoni baru sekitar enam bulan lalu dengan melalui handphone. Setelah itu keduanya semakin akrab dan akhirnya menjalin tali asmara hingga melangsungan pernikahan, walau harus digelar di dalam penjara.

“Saya baru kenal dengan mas Nggoni enam bulan. Awalnya kenal lewat HP,” ujar Tri Lestari, di sela-sela menunggu ijab Kabul, Senin (28/8/2017)

Tri mengaku memang tidak banyak melakukan persiapan untuk melangsungkan pernikahan. Saat ijab Kabul hanya didampingi kedua orang tua dan beberapa kerabatnya.

Tri hanya mengenakan kebaya sederhana warna orange, sedangkan sang suami, Abdul Ghoni mengenakan pasangan jas warna hitam. Ijab Kabul berlangsung di ruang rapat Lapas Kelas IIA Sragen dengan suasana sangat sederhana. Tak ada wajah-wajah berseri dari kedua mempelai maupun keluarga yang hadir.

Ijab Kabul sendiri dipimpin penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sragen, Fatchurrosi. Sebagai mas kawin, Abdul Nggoni hanya menyerahkan uang tunai sebesar Rp 100.000 kepada Tri Lestari.

Suasana haru nampak menyelimuti saat berlangsungnya ijab Kabul. Tri Lestari tak henti-hentinya terisak sambil sesekali menyeka air matanya yang menetes dari kelopak matanya.

Wajah sedih juga terpancar dari Supoyo (64), ayah kandung Tri Lestari. Saat ditemui wartawan Supoyo tidak mampu berkata panjang lebar. Hanya saja menurutnya, pernikahan antara putri bungsungnya dengan Abdul Nggoni sudah direncanakan sebelumnya. Namun karena menantunya tersandung kasus pencurian dan ditahan polisi, pernikahan terpaksa dilangsungkan di dalam Lapas.

“Yang penting keduanya bisa menjalani,” ujar Supoyo. Wardoyo