Dinilai Lecehkan Pasien Miskin, Perkataan Petugas RSUD Sragen Ini Malah Jadi...

Dinilai Lecehkan Pasien Miskin, Perkataan Petugas RSUD Sragen Ini Malah Jadi Bumerang

12217
ilustrasi

SRAGEN– DPRD Sragen mengaku prihatin dengan masih adanya keluhan dan laporan soal pegawai di RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen yang bersikap tidak ramah dan judes dalam melayani pasien. Keluhan itu salah satunya mencuat ketika ada pasien tidak mampu yang mendadak menjadi perbincangan setelah mengaku mendapat kalimat bernada keras dari petugas administrasi di Bangsal Melati Kelas III.

Sorotan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto, Senin (7/8/2017). Kepada wartawan ia mengaku sedikit kecewa dengan masih adanya petugas di RSUD yang bersikap tidak ramah kepada pasien apalagi pasien tidak mampu. Hal itu diketahui dari pasien miskin asal Desa Glonggong, Gondang, atas nama Marinem yang dirawat akibat terkena paku pada Sabtu (5/8/2017) lalu.

“Ceritanya Mbah Marinem itu orang miskin, sudah tua, dan memang nggak tahu apa-apa. Kemarin setelah melihat kondisinya agak bahaya, langsung saya antar ke RSUD saya daftarkan untuk rawat inap. Dia punya kartu JPS dan Jamkesmas. Saat itu semua persyaratan sudah lengkap, tapi setelah saya pulang ternyata dibel lagi, katanya petugasnya bilang syaratnya kurang. Dia juga bilang agak keras pokoke nggak peduli siapa
itu Pak Pur Dewan,” ujarnya saat mengklarifikasi hal itu ke RSUD.

Menurutnya bukan namanya yang disebut dengan nada seolah diacuhkan itu yang membuatnya kesal. Akan tetapi, perkataan dengan nada keras dan sikap tak ramah yang dilontarkan petugas berinisial NY kepada pasien itulah yang dinilai bertolakbelakang dengan slogan RSUD selama ini.

Padahal, setelah dicek kembali, seluruh berkas persyaratan termasuk kartu Jamkesmas yang bersangkutan sudah lengkap. Ketua FPKB Faturrohman berharap kepada manajemen RSUD untuk lebih konsisten membenahi pelayanan terutama sikap petugas dan semua pegawai agar lebih ramah terhadap pengunjung.

“Mau ditingkatkan pelayanan itu omong kosong wong faktanya petugasnya masih judes begitu. Apalagi sama orang miskin, kan seperti menyepelekan pasien miskin,” timpal Bambang Widjo.

Terpisah, Kabid Pelayanan RSUD Sragen, Sri Herawati mewakili Plt Dirut Didik Haryanto menyampaikan kemarin pihaknya bersama Wadir sudah mengkonfirmasi ke bangsal. Insiden kejudesan itu menurutnya hanya persoalan miss komunikasi saja.

“Sudah kami beri motivasi untuk melayani pasien dengan sepenuh hati. Tutur sapa yang ramah serta menangani masalah dengan bijak sehingga tidak mengecewakan pasien,” tuturnya.(Wardoyo)

BAGIKAN
  • riyanto wae

    Judes itu penyakit hati yang akan kambuh dan nongol sewaktu-waktu…..

  • andy istanto

    Emang udah dari dulu pelayanan di RSUD Sragen memang seperti itu , sangatlah mengecewakan makanya masyarakat lebih memilih rumah sakit swasta , seharusnya pegawai yang mulutnya seperti itu dibinasakan aja bukan malah ditutup tutupi dengan alasan miss komunikasi
    Gak ada pelayanan yang meningkat di rumah sakit itu kasian masyarakat yang kurang mampu yang mau berobat ,

    #misskomunikasindasmu

  • Esa Sragentina

    Sy juga sdg mengantar pemeriksaan adik sy seminggu yg lalu Di RSUD Sragen.
    Ada luka di payudara yg selalu keluar lendir org bilang mngarah ke kanker payudara namun hasil pemeriksaan dr poli oncologi blm ada hanya di kasih obat jalan dn rujukan ke puskesmas
    Apakah hal itu mmg aturan proses ataukah adiku mnggunakan kartu BPJS

    Bisakan minta bantuan media untk pngawalan proses pengobatan adik sy.. Krn sy kawatir itu sakit yg berbhaya.
    Kontak sy 081381433077

    • Surip de Singo

      Langsung minta rujukan ke Moewardi/dr.oen solobaru saja pak,