JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo DKK dan Stikes PKU Muhammadiyah Gelar TOT Fasilitator Kesehatan Reproduksi

DKK dan Stikes PKU Muhammadiyah Gelar TOT Fasilitator Kesehatan Reproduksi

20
BAGIKAN
Dok Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta
PELATIHAN—Para siswa SD dan SMP sedang mendapatkan pelatihan terkait Training Of Trainer (TOT) Fasilitator Pendidikan Sebaya Kesehatan Reproduksi Remaja yang digelar di kampus Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta

 SOLO – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Kota Surakarta bekerjasama dengan Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta melibatkan sebanyak 40 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Solo  sebagai Konselor Sebaya di bidang Kesehatan Reproduksi Remaja. Pelatihan dilakukan di kampus Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta selama dua hari Rabu-Kamis  (2-3/8) serta turut mengajak partisipasi 50 guru SD di kota Bengawan.

Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Weny Hastuti di sela-sela acara mengatakan, konselor sebaya adalah layanan bantuan konseling yang diberikan oleh teman sebaya yang telah terlebih dahulu mendapatkan pelatihan-pelatihan. Tujuannya  untuk menjadi konselor sebaya sehingga diharapkan dapat memberikan bantuan baik secara individual maupun kelompok kepada teman-temannya yang bermasalah ataupun mengalami berbagai hambatan dalam perkembangan kepribadiannya.

“Konselor sebaya maksudnya memberi konseling teman sebaya terkait Kesehatan Reproduksi. Siswa siswi SD dan SMP tersebut merupakan tangan panjang kesehatan reproduksi remaja dari Dinas Kesehatan di sekolah masing-masing,” kata Weny.

Weny mengatakan, mereka diberi keterampilan atau pelatihan tentang konselor kesehatan reproduksi remaja.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Surakarta Ida Angklaita, SKM, MSi mengatakan, pelibatan siswa sebagai konselor sebaya bertujuan tercapainya pengetahuan kesehatan reproduksi secara utuh bagi kader kesehatan di sekolah di kota Solo. “Sasarannya adalah terbentuk kader Kesehatan Sekolah yang merupakan perwakilan setiap sekolah yang ditunjuk oleh 17 Puskesmas se kota Solo,” kata Ida.

Imbuh Ida, remaja merupakan masa transisi dengan ditandai adanya perubahan fisik, emosi dan psikis. Perilaku mencoba hal-hal baru, pergaulan bebas, seks pra nikah dan jatuh pada ketergantungan NAPZA termasuk rokok dan alkohol, ditambah lagi masalah besar saat ini. Sehingga antisipasi kejadian yang tidak diinginkan perlu dilakukan tindakan preventif salah satunya adalah pendidikan sebaya kesehatan reproduksi remaja. #  Dwi Hastuti