JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Dua Pekan Mendadak Mandeg, Pembangunan Jalan Tanon-Gemolong Dikecam Warga

Dua Pekan Mendadak Mandeg, Pembangunan Jalan Tanon-Gemolong Dikecam Warga

730
BAGIKAN
MACET BUKA TUTUP- Sejumlah kendaraan terpaksa harus antri dan tertahan di pertigaan Brumbung, Tanon akibat proyek jalan Tanon-Gemolong yang mendadak mandeg dua pekan sehingga jalur harus dibuka tutup. Foto diambil Selasa (1/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Warga di sekitar jalur Tanon-Gemolong mempertanyakan pengerjaan proyek pengecoran Jalan Provinsi dari Tanon menuju Gemolong tepatnya di pertigaan Brumbung hingga dekat Pom Bensin. Pasalnya pengerjaan jalur beranggaran Rp 14,2 miliar dari APBD Provinsi 2017 itu diketahui sudah dua pekan terakhir tanpa ada kelanjutan.

Mandegnya pengerjaan jalan sepanjang 3 km dan dimenangkan oleh PT Semarang Multi Cons itu pun mengundang sorotan dan keluhan dari warga dan pengguna jalan. Kondisi jalur yang sudah dilakukan penggalian di setengah jalur dinilai sangat mengganggu pengguna jalan.

Kritikan salah satunya dilontarkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sragen, Giyanto. Politisi asal Plupuh itu mengaku banyak mendengar keluhan dan laporan dari warga sekitar titik itu yang merasa terganggu dengan mandegnya pengecoran.

“Sudah dua minggu ini malah mangkrak nggak ada pengecoran lagi. Padahal kalau dilanjutkan, mungkin ini sudah selesai. Jadinya sekarang malah menggangu pengguna jalan karena sudah bacut digali tiba-tiba ditinggal begitu saja. Akhirnya malah menyengsarakan warga karena harus antri jalur dibuka tutup,” paparnya Selasa (1/8/2017).

Atas kondisi itu, ia berharap kepada pihak terkait utamanya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk segera turun tangan mempertanyakan dan mendesak pihak rekanan. Pasalnya jika dibiarkan berlarut tanpa kelanjutan, maka dampaknya akan merugikan banyak pihak utamanya warga serta pengguna jalan.

Ketua Komisi I DPRD Sragen, Suroto yang berdomisili di Gemolong juga menyoroti mandegnya proyek peningkatan cor jalan dengan kontrak selama 240 hari kalender hingga durasi 22 Oktober 2017 tersebut. Menurutnya dengan proyek yang mandeg maka akan memperlambat pembangunan dan
menunda kesempatan masyarakat untuk mendapatkan haknya menikmati akses infrastruktur hasil pembangunan.

“Kami minta rekanan harus berkomitmen mempercepat pengerjaan. Dinas juga harus menegur kenapa mandeg,” tukasnya.

Salah satu warga Brumbung, Sunarwan mengaku resah karena mandegnya proyek yang sudah ada galian itu akhirnya membuat jalur terpaksa ditutup. Sehingga kendaraan harus antri. Terlebih di sekitar galian adalah kawasan kios, warung dan ruko yang akhirnya menghambat
kendaraan pengunjung.

“Warga juga berhak segera menikmati pembangunan. Jangan malah diperlambat. Kalau kita bayar pajak telat sehari saja juga didenda,” tukasnya kesal. Wardoyo