JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Duh, Ada Guru SD Judi dan Pesta Sabu, Akhirnya Dibekuk Polisi

Duh, Ada Guru SD Judi dan Pesta Sabu, Akhirnya Dibekuk Polisi

272
BAGIKAN
Ilustrasi

KARANGANYAR—Seorang PNS yang mengajar di sebuah SD di Karanganyar bernama Eko Dwi Masduki (47) ditangkap saat berpesta sabu dan judi di salah satu rumah temannya di Jantiharjo, Karanganyar.

Ironisnya, PNS asal Dukuh Sembuh RT 4 RW VI, Jatirejo, Jumapolo, Karanganyar itu ditangkap tidak hanya tengah teler sabu, namun juga sedang asyik berjudi di rumah Idris (45). Edi ditangkap bersama tiga rekannya, masing-masing Hartanto alias Mbah To (45) warga Karangrejo RT 3 RW VI, Karanganyar, Idris (45) warga Dukuh Mojo RT 3 RW XII, Jantiharjo, Karanganyar, dan Warno (42) warga Dukuh Karangjati RT 2 RW I, Jatipuro, Karanganyar.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengungkapkan, keempat tersangka itu digerebek di rumah tersangka Idris akhir pekan lalu. Selain pesta narkoba, mereka juga kedapatan melakukan judi jenis dadu. Penggerebekan dilakukan berdasarkan informasi masyarakat yang mencurigai aktivitas pesta sabu yang sering dilakukan di rumah tersebut. “Jadi saat kami tangkap, mereka sedang berpesta sabu dan juga melakukan tindak pidana perjudian,” paparnya.

Dari lokasi kejadian, petugas menyita dua paket sabu masing-masing 0,24 dan 0,27 gram. Kemudian alat isap sabu atau bong dan serangkaian barang bukti lainnya dari perjudian, termasuk kartu yang digunakan untuk berjudi.

Kapolres membenarkan salah satu yang tertangkap yakni Edi yang berprofesi sebagai PNS yang bertugas mengajar di sebuah SD. Dari hasil tes urine, mereka diketahui semuanya positif nyabu. “Para tersangka bakal dikenakan 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 UU Narkotika RI 35/2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar,” terangnya.

Mengenai asal barang, saat ini masih dalam pengusutan. Sementara, dari keterangan Edi yang dihadirkan di Mapolres kemarin, ia mengaku memang mengajar di SD sebagai guru kelas. Ia mengaku baru sekali berpesta narkoba dan judi. “Baru sekali yang ketahuan kan?” sahut Kapolres. # Wardoyo