JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Duh, Besi Sejumlah Proyek Infrastruktur di Sragen Ternyata Diduga Tak SNI

Duh, Besi Sejumlah Proyek Infrastruktur di Sragen Ternyata Diduga Tak SNI

202
BAGIKAN
Ketua DPRD Sragen, Bambang Samekto didampingi anggota DPRD asal Plupuh, Sutimin, saat mengecek lokasi pengecoran perdana di jalur Gentan Banaran, Selasa (13/6/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Besi wiremesh yang digunakan oleh sejumlah rekanan pelaksana proyek infratstuktur jalan di wilayah Sragen, ditengarai tidak berstandar nasional indonesia (SNI) sesuai ketentuan. Temuan itu diungkapkan oleh Ketua Tim Operasional Penyelamatan Aset Negara- RI (Topan RI) Sragen, Agus Triyono, Selasa (28/8/2017).

Kepada wartawan, ia mengungkapkan indikasi penggunaan besi tak ber-SNI itu diketahuinya setelah mengecek ke sejumlah lokasi proyek jalan yang saat ini tengah berlangsung. Dari hasil pantauannya, ia menemukan sejumlah rekanan yang menggunakan besi wiremesh tanpa logo maupun tanda SNI.

“Waktu saya mengecek proyek jalan di Bendo kemarin, besinya pakai polosan dan tidak ada tulisan SNI-nya. Padahal logikanya, barang apa saja kalau ber-SNI ka nada tanda atau capnya. Ban atau helm saja yang ber-SNI juga ada tandanya,” paparnya.

Tidak hanya tanpa logo SNI, ia juga menemukan batangan besi dan wiremesh yang tidak ada logo pabrikan. Padahal dalam surat perjanjian kontrak (SPK) dan dokumen persyaratan lelang, dicantumkan pabrikannya.

Atas temuan itu, ia meminta pihak terkait baik Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pengguna Anggaran (PA) maupun dinas terkait segera turun melakukan pengecekan. Jika memang tidak sesuai ketentuan dan SPK, pihaknya berharap rekanan tidak diperbolehkan menggunakan besi yang di luar spesifikasi kontrak.

“Kalau alasannya wiremesh SNI harganya naik dan barangnya susah, ya itu kan sudah risiko rekanan. Kalau tidak, nanti yang dirugikan masyarakat juga. DPU harus tegas, ketika syarat lelang dibuat njlimet katanya untuk menaikkan kualitas, ya harus konsisten mengawasi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala DPU-PR Marija melalui Kabid Bina Marga, Subagiyono menyampaikan karena pabrikannya banyak, kemungkinan penggunaan label SNI juga bervariasi. Ada yang di setiap batang besinya tertera logo SNI, ada pula yang labelnya hanya dibuat per 100 batang.

“Tapi terimakasih masukannya, nanti kami akan minta pengawas untuk mengeceknya. Kalau sepengetahuan saya, di Dulang-Kedawung itu stempel label SNI-nya ada di setiap 100 batang dan pengawas saya minta nglumpukne itu. Wardoyo