JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Duh, Proyek Dana Desanya Diduga Banyak Mark-Up, Kades Ini Dilaporkan ke Kejaksaan

Duh, Proyek Dana Desanya Diduga Banyak Mark-Up, Kades Ini Dilaporkan ke Kejaksaan

241
BAGIKAN
ilustrasi

KARANGANYAR– Kades Jatisawit, Kecamatan Jatiyoso dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, Senin (28/8/2017). Laporan dilakukan terkait dugaan penyimpangan pengelolaan dana desa (DD) tahun 2016-2017 yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur di desa setempat.

Laporan dilakukan oleh LSM Gerakan Anti Korupsi Indonesia (GAKI) setempat. Dalam laporan tersebut, mereka juga menyertakan beberapa bukti pendukung indikasi penyelewengan tersebut.

Ketua umum GAKI, Didik Rudiyanto, mengatakan laporan dilakukan menyusul indikasi adanya penyimpangan dalam pengerjaan infrastruktur jalan di Desa Jatisawit tahun anggaran 2016-2017. Menurutnya indikasi itu diketahui dari tidak adanya kesesuaian antara rencana anggaran biaya (RAB) dengan perhitungan realisasi di lapangan.

Ia mencontohkan pasir yang sedianya digunakan untuk pembangunan, dengan harga Rp 1.900.000 per truk diganti dengan trust atau sejenis urukan seharga Rp 800.000. Selain itu, di RAB, semen yang digunakan sebanyak 482 zak, dalam kenyataannya, hanya menggunakan semen sebanyak 165 zak.

“Dan itu kami temukan terjadi di semua pembangunan infrastruktur, mulai dari pembangunan talud, pengerasan jalan desa dan betonisasi. Kami menilai ini merupakan sebuah pelanggaran. Kades melakukan mark up anggaran yang diduga telah merugikan keuangan Negara,” kata Didik usai melapor ke kejari.

Ditambahkan, upah para pekerja sebesar Rp 60.000 per hari untuk 42 pekerja, hingga saat ini, belum juga dibayarkan. Ia berharap laporan itu bisa ditindaklanjuti dan diproses sesuai prosedur yang berlaku. Jika tidak, pihaknya siap melaporkan ke Kejati bahkan Kejagung.

Kajari Karanganyar, IDG Wirajana melalui pelaksana tugas Kasi Intel, Ardian, membenarkan adanaya laporan tersebut. Menurut Ardian, laporan tersebut akan ditelaah sebelum mengambi langkah selanjutnya. Sementara, Kades Jatisawit, Triyatmo tidak mempermasalahkan jika dilaporkan ke Kejaksaan. Menurutnya, seluruh proses telah sesuai dengan aturan yang ada.

“Silahkan saja kalau dilaporkan.Semua mekanisme sudah kita lakukan dan telah mendapat persetujuan dari BPD,” ujarnya. (Wardoyo)