JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Duh, Suami Sakit Stroke, Istri Malah Nggantung

Duh, Suami Sakit Stroke, Istri Malah Nggantung

1499
Joglosemar | Wardoyo
OLAH TKP- Tim Polsek Masaran bersama PMI Sragen saat melakukan evakuasi dan olah TKP di rumah warga Desa Gebang, Masaran yang gantung diri, Sabtu (12/8/2017) malam

SRAGEN-  Kondisi kemiskinan lagi-lagi menjadi biang pemicu terjadinya aksi bunuh diri. Diduga tak tahan dengan kemiskinannya, ditambah suami yang tengah sakit,  Warjini (55) asal Dukuh Sidodadi,  RT 12/3, Desa Sidodadi, Masaran nekat gantung diri.

Aksi nekat itu diketahui Sabtu (12/8/2017) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Korban menggantung dengan kain selendang yang ditambatkan di blandar dapur rumahnya.  Tragisnya,  jasad korban pertama kali diketahui oleh suaminya sendiri,  Sri Widodo alias Giyamto (65). Informasi yang dihimpun Joglosemar,  aksi menggemparkan itu diketahui sekitar pukul 21.30 WIB.

Suami korban yang tengah menderita stroke,  curiga karena mendadak tidak melihat istrinya hingga larut malam. Mendapati hal itu,  Widodo dengan tertatih-tatih berusaha mencari istrinya.

Ia kaget dan histeris setelah masuk ke dapur dan mendapati istrinya meregang nyawa dalam posisi tergantung.  Mendapati hal itu,  ia langsung berteriak minta tolong kepada tetangganya.

Tak lama berselang,  warga sekitar langsung berdatangan ke rumah korban yang berukuran kecil itu. Bersamaan itu,  tim Polsek Masaran juga tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi bersama Tim PMI dan BPBD.

“Awalnya suami korban curiga karena melihat istrinya enggak ada. Setelah dicari ternyata sudah meninggal dengan menggantung diri di blandar dapur pakai selendang, ” papar Kapolsek Masaran AKP Mujiono mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman,  Minggu (13/8/2017).

1
2
BAGIKAN