JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Enam Panitia Diksar Maut UII Terancam Hukuman Penjara 12 Tahun

Enam Panitia Diksar Maut UII Terancam Hukuman Penjara 12 Tahun

58
BAGIKAN
TERSANGKA JILID II—Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak menggelar rilis penyerahan tahap dua enam tersangka baru jilid II kasus diksar maut Mapala UII yang menewaskan tiga mahasiswa di Mapolres, Selasa (15/8). Foto : Wardoyo

KARANGANYAR—Setelah sempat dikembalikan dari Kejari ke Polres Karanganyar karena belum lengkap, berkas perkara kasus diksar maut Mapala UII Yogyakarta yang melibatkan enam tersangka jilid II, akhirnya dinyatakan lengkap.

Enam tersangka resmi diserahkan ke Kejari bersamaan dengan barang bukti baru yang disita kepolisian.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengungkapkan, ada lima tersangka baru yang kemarin diserahkan ke Kejari. Sedangkan satu-satunya tersangka perempuan dalam kasus ini belum ditahan karena alasan medis.

Lima tersangka yang diketahui sebagai panitia diksar itu adalah TN, HS alias G, TAR, DK alias J, dan RF alias K. Sedang satu tersangka perempuan yang tidak ditahan berinisial MAI.

Keenamnya merupakan tersangka jilid II dari berkas perkara diksar maut Mapala UII yang menewaskan tiga mahasiswa baru peserta diksar medio Januari 2017 lalu.

“Karena berkas sudah dinyatakan lengkap atau P-21, hari ini (kemarin) kita lakukan tahap dua yaitu penyerahan enam tersangka dan barang bukti ke JPU. Sempat dua kali dinyatakan P-19 untuk melengkapi BB baru yang kita sita adalah terkait dengan barang-barang atau pakaian yang digunakan keenam tersangka selama proses diksar,” ungkap Kapolres.

Keenam tersangka itu bakal dijerat dengan pasal 170 ayat 2 ke 2 E dan ke 3 E atau 351 ayat 2 dan 3 KUHP atau pasal 55 ayat 1 ke 1 E KUHP. Ancaman hukumannya pasal 170 adalah maksimal 12 tahun sedangkan pasal 351 maksimal tujuh tahun.

Kapolres menguraikan, keenam tersangka diketahui menjabat sebagai panitia yang melekat pada regu-regu yang dibentuk untuk peserta diksar. Mereka juga bertindak sebagai staf yang terlibat baik dalam kapasitas regu maupun pada regu lain.

“Untuk peran mereka, masing-masing dalam kapasitas yang berbeda akan diuji di sidang pengadilan. Kita akan lihat pada persidangan kapasitas masing-masing, apakah luka ringan berat atau bagaimana,” jelasnya.

Perihal kemungkinan adanya tersangka baru, Kapolres menegaskan akan melihat bagaimana perkembangan fakta di persidangan yang tergali dari keenam tersangka.

Apabila masih ditemukan ada tersangka baru, pihaknya siap untuk menindaklanjuti dengan jilid ketiga.

Wardoyo