JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Fix, Pemkab Sragen Tak Bisa Rekrutmen CPNS Tahun 2017. Ini Masalahnya

Fix, Pemkab Sragen Tak Bisa Rekrutmen CPNS Tahun 2017. Ini Masalahnya

525
BAGIKAN
ilustrasi tes CPNS

SRAGEN– Pemkab Sragen memastikan sudah mengajukan 1.000 formasi kebutuhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru ke pemerintah pusat. Hal itu dilakukan menyusul kian menyusutnya jumlah PNS akibat nihilnya rekrutmen CPNS sedangkan laju PNS pensiun terus bertambah.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan pelatihan (BKPP) Sragen, Sarwaka, Minggu (20/8/2017). Kepada Joglosemar, ia mengungkapkan Pemkab sebenarnya setiap tahun selalu tak henti mengajukan usulan pengadaan rekrutmen CPNS ke pusat.

Hal itu dikarenakan kondisi PNS yang ada memang terus berkurang hampir 500-600 setiap tahun. Sementara, kekosongan kursi yang ditinggalkan belum terisi mengingat sejak akir 2014, belum pernah ada rekrutmen CPNS lagi.

“Untuk tahun ini kita juga mengajukan formasi ke pusat sekitar 1.000 formasi CPNS. Tapi sampai sekarang juga belum ada tanda-tanda dari pusat. Padahal jenengan pirsa sendiri kami pensiunnya saja setiap tahun ada 500-600 pegawai. Tahun depan malah sekitar 700an yang
pensiun,” paparnya.

Meski jumlah CPNS semakin berkurang, Pemkab juga tak punya kewenangan apapun mengingat rekrutmen CPNS sepenuhnya kebijakan pusat. Ia memastikan untuk tahun 2017 ini, tidak ada rekrutmen CPNS di Pemkab Sragen. Saat ditanya apakah nihilnya rekrutmen itu lebih karena moratorium pusat atau rasio beban belanja pegawai Sragen yang terlalu besar, Sarwaka mengaku belum mengetahui secara persis.

“Sampai akhir tahun ini belum ada (rekrutmen). Kalau rasio beban belanja pegawai yang tahu BPPKAD,” jelasnya.

Terpisah, Sekda Sragen, Tatag Prabawanto menyampaikan saat ini mengacu rasio belanja pegawai Sragen masih mencapai 65 persen dari total APBD yang mencapai Rp 2,1 triliun. Hal itulah yang dimungkinkan menyebabkan pemerintah belum memberikan kesempatan untuk Sragen menggelar rekrutmen CPNS.

“Tapi hampir semua daerah juga begitu. Yang ada rekrutmen kan baru di Kemenkumham,” jelasnya.(Wardoyo)