JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Geger Aksi Rampok Sadis Tembak Penjaga SDN Jeruksawit, Karanganyar. Korban Tertembus 2...

Geger Aksi Rampok Sadis Tembak Penjaga SDN Jeruksawit, Karanganyar. Korban Tertembus 2 Peluru

151
BAGIKAN
Kondisi Sadimin, PNS penjaga SDN Jeruksawit 1, Gondangrejo, Karanganyar saat dirawat di RS Dr Oen Solo seusai ditembak perampok. Foto/Istimewa

KARANGANYAR– Aksi perampok bersenjata api (Senpi) terjadi di rumah seorang PNS,Sadimin (60), warga Dukuh Plosorejo RT 2/3, Desa Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo, Jumat (25/8/2017) pagi. Korban yang berprofesi sebagai Penjaga SDN Jeruksawit 1 itu sempat melawan sebelum kemudian roboh tertembak dua peluru yang dilesakkan oleh pelaku.

Pelaku yang diketahui tidak mengenakan penutup wajah itu beraksi sendirian dengan mengendarai sepeda motor jenis matic. Sempat terjadi perkelahian antara korban dengan pelaku sebelum kemudian pelaku berhasil kabur setelah melesakkan dua peluru yang merobohkan korban.

Informasi yang dihimpun di lapangan, aksi perampok itu terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Pagi itu, sebenarnya rumah dalam kondisi kosong. Korban sedang bertugas di sekolah, sedangkan istrinya juga berjualan di kantin sekolah yang berjarak sekitar 500 meter dari sekolah. Sedangkan putri korban, Desi Wulandari (20) juga tengah mengajar di SD yang sama.

Sekitar pukul 08.40 WIB, Sadimin mendadak ingin pulang ke rumah karena merasa ada yang ketinggalan. Sesampai di depan rumah, ia kaget mendapati motor tak dikenal yang terparkir di depan gerbang rumahnya menghadap ke utara sementara pintu gerbang dalam kondisi masih tertutup.

Ia makin curiga ketika pintu dalam kondisi sudah tidak terkunci. Ia pun memberanikan diri masuk ke rumah. Bersamaan dengan itu, ia melihat seorang laki-laki tak dikenal yang keluar dari kamarnya dengan terburu-buru. Melihat itu, korban langsung berusaha menyergahnya dengan mencoba menangkap pelaku.

Keduanya kemudian terlibat perkelahian. Merasa terdesak, pelaku langsung mengeluarkan sepucuk senjata api yang diduga jenis air soft gun. Pelaku kemudian menembakkan dua kali dan mengenai pelipis kepala korban bagian kiri dan tangan kiri korban. Dua tembakan itu membuat korban roboh dan terjatuh. Korban lantas dilarikan ke RS Dr Oen Solo.

Sementara dari hasil pendataan, pelaku dilaporkan membawa kabur uang tunai Rp 10 juta dari kamar korban. Tak lama berselang, tim Inafis Polres Karanganyar datang melakukan olah TKP.

Hasilnya, tim mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya sebuah linggis yang diduga digunakan pelaku untuk mencongkel pintu, satu buah balok kayu yang digunakan korban untuk melawan, satu butir peluru jenis gotri warga kuning yang melukai korban.

Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak melalui Kapolsek Gondangrejo, AKP Sugeng Dwiyanto menyampaikan pelaku diperkirakan beraksi sendirian dengan membawa senjata api yang diduga jenis soft gun. Dari hasil olah TKP, pelaku diduga masuk dengan cara mencongkel pintu belakang rumah korban yang saat kejadian dalam kondisi kosong.

Setelah masuk, pelaku kemudian mengacak-acak dua kamar. Saat itulah bapaknya (korban) pulang. Dia curiga kok ada orang asing di rumahnya. Lalu terjadilah perkelahian dan pukul-pukulan antara korban dan pelaku. Pelaku kemudian mengeluarkan senjata air soft gun dan menembakkan dua kali ke kepala sebelah kiri dan tangan korban,” paparnya.

Perihal kerugian yang diderita korban, Kapolsek menyampaikan berdasarkan keterangan korban memang ada uang tunai Rp 10 juta di kamar korban yang hilang.

Namun, saat ini kepastian itu masih dalam penyelidikan mengingat keterangan dari istri korban, ia merasa tidak menyimpan uang tunai Rp 10 juta di kamarnya dan tidak ada barang berharganya yang hilang. Ia juga menyampaikan bahwa kasus itu bukan perampokan namun awalnya pencurian yang kemudian berubah menjadi perkelahian dan pelakunya mengeluarkan tembakan.

“Kami masih menunggu dari korban karena tadi masih dibius dan belum sadar,” jelasnya. Wardoyo