JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Gelar Sidak Diam-diam, Yuni Warning Rekanan Tak Main-main

Gelar Sidak Diam-diam, Yuni Warning Rekanan Tak Main-main

569
BAGIKAN
Joglosemar | Wardoyo
WARNING REKANAN—Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat mengecek pengerjaan proyek jalan Bangunrejo-Bontit yang didanai DAK dan sempat menuai sorotan karena kualitas dasarannya hanya memakai padas watu, Senin (31/7/2017).

SRAGEN—Banyaknya sorotan dan kritikan terhadap pengerjaan sejumlah proyek beranggaran APBD maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) yang tengah berjalan, memantik respons dari pucuk pimpinan di Kabupaten Sragen. Senin (31/7/2017) pagi, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati secara diam-diam menggelar sidak ke tiga proyek yang didanai DAK.

Dalam sidak itu, Yuni menyambangi pengerjaan proyek jalan di Bangunrejo-Bontit, Gondang yang beranggaran Rp 3,02 miliar, jalan Made-Jatisumo, Sambungmacan senilai Rp 5,5 miliar, dan jalan Tanon-Bendo senilai Rp 4,6 miliar.

Yuni menilai secara umum pengerjaan tiga proyek itu sudah on progress. Meski demikian, ia mengingatkan kepada semua rekanan untuk bekerja lebih profesional dan berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak yang sudah dibuat.

“Sudah on progress, tapi tetap harus dikawal agar bisa selesai tepat waktu. Kami tetap minta rekanan profesional dan tidak main-main,” ujarnya usai sidak.

Menurut Yuni, sidak itu untuk memastikan agar pengerjaan dan proyek berjalan sesuai kontrak dengan kualitas sesuai dengan spesifikasi. Sidak juga akan digelar tidak hanya pada proyek DAK saja, namun seluruh proyek dari APBD juga tak akan luput untuk dipantau. “Bahkan kepala DPU setiap hari kami minta laporan progresnya sampai mana. Harus benar-benar dikawal karena proyek ini sangat dinanti warga Sragen,” tandasnya.

Anggota Komisi III DPRD Sragen, Muh Haris Effendi mengapresiasi langkah bupati yang memberi perhatian khusus pada proyek DAK. Menurutnya, meski sudah ada perpanjangan tenggat waktu dari Kementerian Keuangan, bukan berarti proyek dibiarkan tanpa pengawasan.

Terlebih, hasil pantauan dari LSM maupun anggota Komisi III, beberapa proyek progresnya dinilai masih lamban dan kualitas material di bawah standar spesifikasi yang ditentukan. Ia juga menekankan kepada pengawas DPU untuk lebih tegas memperingatkan bahkan menindak tegas rekanan apabila kualitas material dan pekerjaannya tidak sesuai.

“Kami nanti dari Komisi III juga akan sidak ke lapangan, tidak hanya DAK tapi semua proyek. Karena tahun ini pekerjaan proyek infrastruktur sudah sangat terlambat,” tegasnya. # Wardoyo