JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Geregetan, Bupati Sragen Minta Bidan dan Pegawai RSUD Judes Diberi Sanksi

Geregetan, Bupati Sragen Minta Bidan dan Pegawai RSUD Judes Diberi Sanksi

7555
BAGIKAN
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto : Wardoyo

SRAGEN– Keluhan dan komplain soal masih adanya petugas di RSUD yang judes dan kurang ramah terhadap pasien maupun pengunjung,
memantik reaksi keras dari Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Tidak hanya prihatin, orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu juga mendorong harus ada sanksi tegas terhadap pegawai baik itu bidan , perawat atau tenaga lain di RSUD yang tidak bisa ramah dalam melayani.

Hal itu disampaikan bupati seusai melantik Didik Haryanto sebagai Direktur Utama RSUD Sragen di Pendapa rumdin Bupati, bersama enam Kadinas dua hari lalu. Bupati Yuni mengungkapkan secara etika, sebenarnya tidak dibenarkan seorang perawat menunjukkan sikap judes
dalam memberikan pelayanan.

Sebaliknya, seorang petugas medis apapun posisinya, mestinya harus lebih mengedepankan sikap ramah dalam melayani pasien maupun pengunjung. Ia meminta pelayanan dan keramahan petugas di RSUD harusnya bisa menyamai pelayanan di rumah sakit swasta.

Karenanya, ia meminta agar Dirut RSUD yang baru, bisa lebih ekstra memperbaiki kualitas SDM dan pegawai yang ada agar bisa lebih ramah terhadap pasien. Kepada yang masih judes dalam melayani, ia mendorong untuk diberikan sanksi.

“Sebenarnya tidak dibenarkan seorang perawat maupun bidan itu judes. Makanya saya minta harus ada sanksi. Entah itu mulai dari sanksi administrasi atau sanksi lebih berat lainnya. Dipindah ke Puskesmas yang jauh, iso-iso wae (bisa-bisa saja),” ujarnya.

Yuni berharap di bawah pimpinan Dirut baru, pegawai dan jajaran RSUD bisa merubah mindset pelayanan dengan mengedepankan keramahan. Bupati juga mengakui selama ini RSUD Sragen masih banyak menjadi sasaran komplain masyarakat terutama soal pelayanan.

“Enggak cuma satu dua keluhan, masih ada seribu. Banyak sekali masukan. Antrian terlalu lama lah. Makanya kami minta pelayanan untuk pasien BPJS tidak boleh dibedakan. Dirut harus inovasi, misalnya buat sistem antrian online. Datang jam sekian, tepat dan pasien menunggunya
tidak boleh lebih dari 30 menit,” tukasnya.

Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto juga meminta Dirut RSUD dan manajemen lebih berbenah terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya selain kecepatan, keramahan adalah aspek yang banyak dilupakan padahal itu sangat penting untuk menunjang pelayanan berkualitas.

“Apa sih susahnya melayani dengan ramah. Wis orang sakit, gek mau tanya aja malah disengaki, sapa yang nggak kelara-lara. Itu kan bisa mempengaruhi psikologis pasien yang sakit juga,” tandasnya.
Wardoyo