Gilaa!!! Aksi Gadis Karanganyar Nekat Panjat Tower 72 Meter Ternyata Hanya...

Gilaa!!! Aksi Gadis Karanganyar Nekat Panjat Tower 72 Meter Ternyata Hanya Cari Sensasi. Ini Motif Aslinya…

670
Susiani (25), gadis asal Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu yang membuat geger warga dengan aksi nekatnya memanjat menara tower setinggi 72 meter di Jalan Karanganyar-Tawangmangu tepatnya di Tegalrejo, Tegalgede, Karanganyar,Minggu (6/8) petang. Foto : Istimewa

KARANGANYAR– Aksi nekat yang ditempuh Susiani (25), gadis asal Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu yang membuat geger warga dengan aksi nekatnya memanjat menara tower setinggi 72 meter Tegalrejo, Tegalgede, Karanganyar, Minggu (6/8/2017) petang akhirnya menemukan titik terang pemicunya.

Gadis yang berulangkali hendak bunuh diri itu mengakui memang sengaja mencari sensasi untuk menarik perhatian mantan pacarnya yang diketahui meninggalkannya untuk menikahi gadis lain.

Motif itu terungkap ketika korban dimintai keterangan di Mapolsek Karanganyar, sesaat setelah berhasil dievakuasi dari tower di tepi jalan Karanganyar-Tawangmangu tersebut.

Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak melalui Kapolsek Karanganyar, Ridwan memastikan dari hasil permintaan keterangan korban dan keluarganya saat di Mapolsek, korban mengakui memang sengaja ingin mencari sensasi setelah didera patah hati akibat mantan belahan hatinya memilih menikahi wanita lain.

Baca Juga :  Eksekutif Akui Masih Ada Kekurangan KUA-PPAS

“Iya kemarin ngaku kalau memang mencari sensasi agar pacarnya itu mau datang. Lha wong pas sampai kantor (Mapolsek) dan kita interogasi, malah dia ngakak-ngakak,” papar AKP Ridwan kepada Joglosemar, Selasa (8/8/2017).

Kapolsek menguraikan aksi sensasi dengan memanjat tower 72 meter itu juga dilakukan Susi karena kecewa pacarnya, Febri, yang barusaja meninggalkannya untuk menikahi wanita lain.

Perasaan depresi dan patah hati itulah yang akhirnya memicu Susi nekat hendak mengakhiri hidupnya sekaligus menguji perhatian mantan pacarnya itu.

Aksi Susi pun memang akhirnya sukses membuat Febri ikut naik dan berusaha membujuk mantan kekasihnya itu sesaat setelah dikabari aksi nekat Susi. Namun saat berada di atas, Susi tetap menolak disuruh turun oleh Febri.

Baca Juga :  Terduga Teroris Karangpandan Ternyata Pengurus Muhammadiyah. Begini Kata PDM Karanganyar

AKP Ridwan menjelaskan dari keterangan keluarga korban, yang bersangkutan memang memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah dua kali masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

Atas kondisi itu, pihaknya sebenarnya sempat menyarankan agar korban dibawa ke RSJ agar mendapatkan perawatan.

Akan tetapi, pihak kerabat memilih meminta korban untuk dibawa pulang dan siap bertanggungjawab. Karena keluarga sudah memutuskan demikian, kepolisian tak bisa menghalangi dan menyerahkan korban untuk dibawa kembali ke rumah.

“Yang jelas sudah kita sarankan tapi keluarga katanya nggak apa-apa. Makanya tadi kita serahkan kembali ke keluarga. Tapi tetap membuat surat pernyataan yang intinya korban diminta keluarganya begitu. Karena toh juga belum ada tindak pidananya,” tandasnya.

Wardoyo

BAGIKAN