JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Hebat, Guru SMAN di Tepi Sawah Ini Ciptakan Teknologi Telur Asin Hanya...

Hebat, Guru SMAN di Tepi Sawah Ini Ciptakan Teknologi Telur Asin Hanya 3 Jam. Antar Sragen Juara di Jateng

416
BAGIKAN
PRAKTIK TEKNOLOGI JUARA- Sejumlah siswa dari berbagai SMK dan perajin maupun SKPD saat mempraktikkan teknologi telur asin 3 jam yang menjadi juara Krenova Jateng 2017 di SMAN 1 Plupuh yang difasilitasi Bappeda Provinsi Jateng, Jumat (18/8/2017).Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Masih ingat dengan temuan teknologi pembuatan telur asin hanya dalam 3 jam dari SMAN 1 Plupuh, Sragen yang mewakili Sragen ke ajang Lomba Kreasi dan Inovasi (Krenova) tingkat Provinsi dua bulan lalu. Meski
sempat terseok di polling, teknologi membuat telur asin instan yang ditemukan oleh guru pembimbing SMAN 1 Plupuh, Joko Susilo itu ternyata dinobatkan sebagai Juara Utama Krenova Jateng 2017.

Nah, sebagai bentuk apresiasi, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng menindaklanjuti dengan menggelar kegiatan hilirisasi inovasi itu ke siswa SMA, SMK, perajin dan sejumlah perwakilan SKPD melalui bisnis technologi center (BTC), Jumat (18/8/2017). Tercatat ada 60 peserta dari berbagai elemen tersebut mengikuti kegiatan pembekalan hingga mempraktikkan bagaimana membuat telur asin dengan teknologi baru itu.

“Harapan kami ini bisa jadi media pembelajaran dan kewirasahaan, serta SMA dan SMK bisa jadi pusat rujukan teknologi bagi masyarakat. Untuk OPD dan perajin, dengan pelatihan ini, ketika pulang mereka sudah paham dan bisa mengaplikasikan,” papar Kepala UPP Iptekin Bappeda Jateng, Hatta H Yunus di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, hilirisasi itu juga bagian keberlanjutan sekaligus apresiasi terhadap inovasi dan teknologi yang menjadi juara di ajang Krenova provinsi. Tak hanya itu, Pemprov juga memberi kesempatan pengurusan gratis Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) baik hak paten, cipta atau merek dari teknologi para juara.

“Untuk HAKI, pemenang tinggal mengajukan nanti kita yang urus ke Kemenkumham. Free nggak bayar,” tukasnya.

Kepala SMAN 1 Plupuh, Sukarno mendukung keinginan Pemprov yang mendorong SMA bisa menjadi rujukan kebutuhan teknologi masyarakat. Hal itu sudah ditunjukkan dari sekolahnya yang sudah mampu berinovasi menciptakan teknologi telur asin 3 jam dan yang terakhir wajan
penggorengan antikolesterol yang sama-sama juara di Krenova provinsi dan Kabupaten tahun ini.

“Kami malah berharap nanti terbentuk forum komunikasi peneliti di level pendidikan minimal SMP atau SMA/K sehingga ke depan Sragen ini bisa menjadi kota riset. Untuk teknologi telur asin ini kemarin sudah langsung diajukan hak patennya oleh Bappeda Provinsi,” tegasnya.

Ia menambahkan teknologi telur asin 3 jam itu dinilai sangat efisien dan bisa menjawab kebutuhan pasar yang mendadak dalam jumlah besar. Yakni dengan tinggal memperbesar prototype alatnya, maka produksinya pun bisa disesuaikan kebutuhan.

“Misal ada resepsi pernikahan menu rawon butuh telur asin 2.000 butir. Kalau cara konvensional pasti kesulitan, tapi dengan teknologi kami ini hanya 3 jam bisa langsung dibuat 2.000. Sangat efisisien dan rasanya juga tidak beda serta sudah diuji,” jelasnya.

Kabid Litbang, Bappeda Sragen, Wahyudi berharap adanya pelatihan kemarin bisa membekali siswa, SKPD dan perajin untuk bisa mengembangkannya sebagai wirausaha. Terlebih selama ini, produksi telur asin di Sragen baru ada beberapa saja di wilayah Plupuh dan Sidoharjo.

Salah satu perajin telur asin, Nur Rosidah (39), asal Sumberejo, Patihan, Sidoharjo mengaku tertarik dengan teknologi telur asin instan 3 jam itu. Namun ia menilai kendalanya ada di peralatan dan pengukur suhu yang selama ini belum dimilikinya.

“Kelihatannya lebih mudah dan lebih praktis. Selama ini saya hanya pakai cara biasa, paling enggak dua minggu baru jadi. Sehari produksi minimal 150 butir,” tuturnya.(Wardoyo)