JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Wow.. Tujuh Presiden, Tank Tempur Hingga Hantu Hadiri Pernikahan Kades Ngandul, Sumberlawang,...

Wow.. Tujuh Presiden, Tank Tempur Hingga Hantu Hadiri Pernikahan Kades Ngandul, Sumberlawang, Sragen

2223
BAGIKAN
JADI MANTEN- Kades Ngandul, Supriyanto didampingi sang istri saat menjadi manten lagi dan diarak warga semua RT dalam berbagai kreasi dan penampilan pada Karnaval HUT RI pertama dalam sejarah di desa tersebut, Minggu (20/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Momentum peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI tahun 2017 ini memang begitu membekas di benak masyarakat, hingga ke pelosok desa. Salah satunya di desa pinggiran Sragen Barat, yakni Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang yang menggelar prosesi unik berupa pawai unik yang baru pertama kali dalam sejarah desa tersebut.

Suasana jalanan di Desa Ngandul, Sumberlawang Minggu (20/8/2017) siang benar-benar meriah. Hampir semua warga tumpah ruah turun ke jalan dengan aneka kostum untuk mengikuti pawai memeriahkan HUT RI yang digelar desa setempat.

Namun dibanding karnaval yang pernah ada di desa atau kecamatan lainnya, pawai kemerdekaan di Ngandul itu terasa amat berbeda. Ya, jika biasanya Kades diarak dengan dandanan kebesaran, siang itu, sang pemangku desa Supriyanto, justru memilih didandani kembali ala pengantin (manten -jawa) bersama istrinya.

Uniknya, tidak hanya busana pengantin adat jawa, Kades dan istrinya yang memimpin karnaval dengan jalan kaki, diarak oleh seluruh perwakilan RT yang menampilkan berbagai kreasi uniknya. Mulai dari rombongan model batik, kreasi tentara dengan tank tempur dan meriam, hingga rombongan RT 13 B Dukuh Sidomulyo yang menampilkan rombongan hantu dunia lain. Tak ketinggalan tujuh presiden RI mulai dari Soekarno hingga Jokowi-JK juga ikut hadir dan mengarak meski hanya tampil dalam bingkai foto.

Replika tank tempur lengkap dengan rudal kreasi dari peserta karnaval HUT RI di Desa Ngandul saat mengarak Kades yang menjadi penganten manunggal bersama warga, Minggu (20/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

Hebatnya, meski tampil dengan berbagai dandanan dan atribut, semua rombongan mulai dari anak-anak, pemuda hingga ibu-ibu dan bapak-bapak itu tetap membawa atribut merah putih dan tulisan kecintaan terhadap NKRI. Setelah menyelesaikan rute keliling desa, rombongan penganten Kades dan peserta pawai finish di Lapangan Ngandul.

Setiba di lapangan, Pak Kades pun menjalani prosesi temu yang dipimpin oleh panitia. Momen menggelitik pun terjadi ketika manten sepuh itu saling lempar bunga ketika bertemu di pelaminan. Layaknya penganten betulan, keduanya yang diiring deretan putri domas cantik-cantik, juga saling lempar senyum setengah malu-malu yang membuat warga geregetan melihatnya.

“Kenapa saya pilih tema jadi manten lagi dengan pakaian adat, ini sebagai wujud manunggaling Kades dengan masyarakat. Dengan pawai berjalan kaki bersama warga semua RT, akan menumbuhkembangkan rasa kerukunan dan gotong royong sehingga bisa membangun Desa Ngandul lebih baik lagi. Ini memang baru pertama kali karena saking antusiasnya warga tiap RT untuk ikut karnaval,” papar Kades Ngandul, Supriyanto.

Selesai prosesi temu manten, rombongan peserta karnaval masing-masing RT kemudian silih berganti menampilkan atraksi kemudian memberi salam kepada pimpinannya yang duduk di kursi pelaminan. Sekda Sragen, Tatag Prabawanto dan Camat Sumberlawang, Susilohono yang didapuk memberi sambutan sama-sama berpesan agar warga senantiasa menjaga kerukunan dan semangat nasionalisme demi kondusivitas serta kesatuan NKRI.

Peserta karnaval HUT RI di Ngandul, Sumberlawang dengan kostum pocong saat berjoget merayakan kemeriahan karnaval, Minggu (20/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

Sementara, Ketua Karang Taruna Andang Taruna Desa Ngandul, Woly Andri Prasetyo, mengatakan selain memeriahkan HUT RI, karnaval perdana tingkat RT itu juga digagas untuk menyatukan semua sub karang taruna dan warga di Ngandul.

“Dengan anggaran yang ada, alhamdulilah semua berjalan lancar. Ini memang baru pertama kali, saking semangatnya warga ingin memeriahkan HUT RI. Tujuannya juga mempererat silaturahmi semua RT di desa dan memotivasi seluruh pemuda biar lebih ada kebersamaan dan semangat kegotongroyongan,” jelasnya. Wardoyo