Ini Penjelasan Polres dan Dishub Soal Keberadaan Becak Motor di Sragen Langgar...

Ini Penjelasan Polres dan Dishub Soal Keberadaan Becak Motor di Sragen Langgar Aturan

263
BENTOR DIAMANKAN- Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Dwi Erna Rustanti
saat memimpin penertiban tujuh bentor di pasar Gondang yang diamankan
ke Polres Sragen Kamis (3/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN—Jajaran Satlantas Polres Sragen dan Dinas Perhubungan (Dishub) mengingatkan kepada pemilik becak bermotor (bentor) dan becak dengan mesin disel (bendis) untuk segera mengubah konstruksi kembali ke becak kayuh.

Pasalnya, desain bentor dan bendis dinilai sudah melanggar aturan dan harus dibersihkan sesuai instruksi Polda Jateng maupun Dirlantas Polri.

Kepala Dishub Sragen, Muhari melalui Kabid Angkutan, Bintoro Setyadi mengungkapkan, saat ini jumlah bentor maupun bendis di Sragen mencapai 147 unit.

Menurutnya, baik bentor maupun bendis memang dilarang beroperasi karena melanggar undang-undang.

Bentor yang memodifikasi becak ditambah dengan motor jelas tidak dibenarkan, karena dari aspek teknis tidak memenuhi kelaikan, tidak melalui uji rancang bangun maupun uji tipe.

Baca Juga :  Bandari Capjikia di Sragen Barat, Muhammad Paji Digerebek Polisi

Pun dengan bendis, juga tidak diperbolehkan lantaran juga tidak ada kualifikasi rancang bangun maupun uji tipenya.

Karenanya, Dishub berharap pemilik bentor maupun bendis segera mengubah konstruksi dan dikembalikan ke becak konvensional atau becak kayuh. Soal penertiban paksa, menurutnya, kewenangan itu ada di kepolisian.

“Apalagi kalau kecelakaan tidak bisa diurus Jasa Raharja-nya. Untuk bentor yang pakai kendaraan bermotor jelas langsung ditindak. Tapi untuk yang becak diesel sementara ada kebijakan untuk tidak melintas di Jalan Sukowati dulu sambil menunggu law enforcement dari kepolisian,” tegasnya.

Baca Juga :  Siswinya Diketahui Mabuk Berat, Pesta Miras 1 Siswi SMA Dengan 4 Pria di Waduk Ketro Tanon Diduga Dibumbui Pesta Syahwat

Terpisah, Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui KBO Lantas, Iptu Mashadi menyampaikan, untuk sementara baru tujuh bentor di Gondang yang sudah disita.

Sedangkan untuk bendis yang ada di wilayah kota, sementara memang ada kesepakatan lisan untuk tidak mangkal di jalur utama Sukowati dan jalur trayek angkutan resmi.

Pihaknya juga mengimbau kepada pemilik bentor dan bendis untuk sesegera mungkin mengubah kembali menjadi becak kayuh.

Disinggung upaya penertiban paksa, ia menilai masih akan berkoordinasi dengan Dirlantas Polri maupun Polda.

Wardoyo

BAGIKAN