JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Ini Permintaan Warga Giriwoyo dan Batuwarno Terkait Proyek Waduk Pidekso

Ini Permintaan Warga Giriwoyo dan Batuwarno Terkait Proyek Waduk Pidekso

110
BAGIKAN
Dok
Warga beraktifitas di lokasi yang nantinya ditenggelamkan menjadi dasar waduk Pidekso, beberapa waktu lalu.

WONOGIRI- Warga terdampak pembebasan tanah proyek pembangunan Waduk Pidekso, wilayah Kecamatan Giriwoyo dan Batuwarno mendesak pemerintah mempercepat proses pencairan ganti rugi. Sebab hingga kini masih banyak warga yang belum menerima uang ganti rugi.

Salah satu warga Budiharto mengatakan, sebagian besar warga terdampak kini membeli lahan baru. Lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya yang lama.

Kebanyakan lahan baru tersebut berada di perbukitan yang miring sehingga warga terpaksa mengerahkan alat berat untuk meratakan tanah.

Beberapa warga bahkan terpaksa menjual ternak dan panenannya untuk membiayai alat berat guna perataan tanah tersebut. Sebab, sebagian besar dari mereka belum menerima ganti rugi pembebasan tanah.

Proses pencairan ganti rugi menurutnya terlalu lama. Sampai saat ini jumlah warga yang telah menerima ganti rugi hanya beberapa puluh orang. Adapun yang belum menerima mencapai ratusan orang.

“Kami meminta kepada panitia pembebasan tanah untuk membuat terobosan agar pencairan ganti rugi bisa lebih cepat,” kata Budiharto, Rabu (23/8).

Di sisi lain, harga tanah di sekitar calon lokasi Waduk Pidekso juga meningkat. Warga lainnya, Eko Haryanto menyebutkan para pemilik tanah mematok harga hampir sama dengan harga tanah yang dibebaskan. Alhasil, warga terdampak tidak menikmati keuntungan dari pembebasan tanah tersebut.

“Kami juga harus mengeluarkan uang untuk meratakan tanah dan memindah rumah, jadi tidak dapat keuntungan,” sebut dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan Waduk Pidekso akan menenggelamkan tiga desa. Meliputi Tukulrejo dan Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, dan Sendangsari Kecamatan Batuwarno. Jumlah warga atau kepala keluarga terdampak mencapai 921 KK.

Aris Arianto