Ini Pertimbangan Persis Solo Lakukan Banding Atas Putusan Komdis PSSI

Ini Pertimbangan Persis Solo Lakukan Banding Atas Putusan Komdis PSSI

650
BERI PENJELASAN-Wakil Chief Executive Officer (CEO) Persis Solo, Dedi M Lawe (paling kiri) saat menjelaskan tentang keputusan banding atas putusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, didampingi CEO Persis Solo, Bimo Putranto (dua dari kiri), Pelatih Persis Solo, Widyantoro (dua dari kanan) serta Asisten Manajer Persis Solo, Sri Widadi (paling kanan) di RM Adem Ayem Solo, Rabu (2/8) sore. Foto : Dok Matias Premana

SOLO – Manajemen Persis Solo memastikan akan melakukan banding atas putusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI tentang hasil pertandingan melawan PSIR Rembang.

Laskar Sambernyawa menilai apa yang ditetapkan Komdis PSSI tidak sesuai pasal dalam kode disiplin PSSI.

Dalam putusan Komdis PSSI yang dikirimkan, Sabtu (29/7/2017) sore, Persis Solo terkena sederet hukuman yang cukup berat. Untuk surat bernomor 074/L2/SK/KD-PSSI/VII/2017, Persis Solo dihukum kalah 0-3 dari PSIR Rembang, nilai dikurangi 3 poin serta denda Rp 100 Juta.

Sementara dalam surat bernomor 073/L2/SK/KD-PSSI/VII/2017, dua pertandingan melawan Sragen United, Minggu (30/7) serta melawan Persiba Bantul, Kamis (3/8/2017), tidak boleh dihadiri penonton atau suporter.

“Ada salah dan keliru yang dilakukan Komisi Disiplin PSSI, sehingga menjatuhkan putusan yang baru pertama dilakukan di kompetisi nasional. Secara resmi materi banding akan kita serahkan besok (hari ini,red),” terang Wakil Chief Executive Officer (CEO) Persis Solo, Dedi M Lawe dalam jumpa pers di RM Adem Ayem Solo, Rabu (2/8/2017) sore.

Dijelaskan Dedi, hukuman yang tertuang dalam surat 074/L2/SK/KD-PSSI/VII/2017 dinilai tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Dalam surat itu disebut, Persis Solo melanggar pasal 56 kode disiplin PSSI yang berisi tentang hukuman untuk tim yang enggan melanjutkan pertandingan. Namun dari fakta yang ada, Dedi menyebut pertandingan tidak dilanjutkan karena keadaan yang tidak memungkinkan alias force majeur.

“Kami dihukum seakan-akan kami yang menghentikan atau yang tidak mau melanjutkan pertandingan. Padalah pertandingan dihentikan karena terjadi kerusuhan. Suporter Rembang yang berbaju orange menyerbu ke dalam lapangan,” tutur pria yang juga kuasa hukum Persis Solo ini.

1
2
3
BAGIKAN