JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Jalanan Bertahun Rusak, Warga Sambirejo: Kami Ini Juga Penduduk Indonesia, Masih Bagian...

Jalanan Bertahun Rusak, Warga Sambirejo: Kami Ini Juga Penduduk Indonesia, Masih Bagian Sragen!

1329
BAGIKAN
SEMPROT JALAN- Ratusan warga Desa Jambeyan, Sambirejo saat menggelar aksi damai massal berorasi sembari menyemprot debu-debu jalan sebagai bentuk sindiran kondisi jalan Gondang-Jambeyan yang rusak parah dan berdebu tebal Minggu (27/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Jalan rusak masih menjadi sorotan warga di sejumlah wilayah di Sragen. Minggu (27/8/2017), sekitar 250 warga dari empat RT di Dukuh Gamping, Desa Jambeyan, Sambirejo juga menggelar aksi sosial peduli jalan Gondang-Jambeyan yang sudah dua tahun rusak parah. Warga besar kecil tua muda turun ke jalan menyemprot debu sisa material truk yang memenuhi jalan utama antar kecamatan tersebut.

Warga juga serentak membagikan 550 masker ke pengguna jalan yang melintas. Semua dana untuk masker dan kegiatan disokong dari iuran bersama masyarakat. Koordinator aksi, Rosyid Eko Prasetyo (41), warga Dukuh Gamping RT 18, menuturkan aksi bakti sosial itu digelar untuk menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan warga Jambeyan dan sekitarnya.

Lebih dari itu, aksi menyemprot debu dan bagi masker itu juga sebagai wujud keprihatinan terhadap kondisi jalan rusak dan debu tebal yang selama ini sangat mengganggu pengendara serta merusak lingkungan.

“Yang jelas dulu jalan ini (Gondang-Jambeyan) bagus dan udara sejuk. Sejak dilewati truk material sehari hampir 100an truk, jalanan jadi rusak. Debu-debu beterbangan dan menggangu udara. Apalagi kalau naik motor di belakang truk material, sekarang ngeri,” paparnya.

Ia mengaku warga tak berharap banyak pada pemerintah. Terkait desakan perbaikan jalan, menurutnya diserahkan kepada nurani pejabat yang menangani saja.

“Kami kembalikan pada hati nurani saja. Kami ini juga penduduk Indonesia, masih bagian Sragen, apakah orang kecil seperti kami selamanya harus menikmati jalan rusak dan udara yang berdebu,” tanyanya retoris. (Wardoyo)